Science Fell in Love, So I Tried to Prove It r=1-sinθ
12 Episode 5
Sinopsis
Dunia akademik yang kaku berubah total saat logika sains berbenturan dengan gejolak asmara yang tak terduga. Di laboratorium universitas, cinta bukan lagi soal perasaan, melainkan sebuah variabel rumit yang menuntut bukti empiris dan data kuantitatif.
Shinya Yukimura, seorang peneliti jenius yang perfeksionis, mendapati dirinya dalam dilema emosional. Ia harus menantang prinsip hidupnya sendiri ketika menyadari bahwa ketertarikan pada lawan jenis tidak bisa sekadar dijelaskan lewat rumus.
Di sisi lain, Ayame Himuro yang cerdas dan berpendirian teguh, justru menjadi mitra eksperimen yang paling antusias. Keduanya sepakat melakukan riset mendalam demi membuktikan secara ilmiah apakah mereka benar-benar sedang jatuh cinta satu sama lain.
Namun, eksperimen konyol ini justru menyeret rekan-rekan mereka yang eksentrik seperti Kanade Kanade, Kosuke Inukai, dan Ena Ibarada. Kehadiran mereka justru membuat situasi laboratorium semakin kacau dengan berbagai teori unik.
Mampukah mereka memecahkan teka-teki cinta ini sebelum rasionalitas mereka hancur total? Di balik grafik dan kalkulasi yang membosankan, sebuah petualangan romansa komedi yang manis sedang menanti pembuktian akhir dari hati yang kini mulai berdegup kencang.
Cinta sering kali dianggap sebagai perasaan misterius, namun bagi para peneliti jenius, emosi adalah variabel yang bisa dihitung. Anime komedi romantis ini membawa premis unik tentang sekelompok ilmuwan yang nekat menggunakan metode ilmiah demi membedah misteri kasih sayang.
Ayame Himuro adalah peneliti brilian yang secara mengejutkan menyatakan cinta kepada rekan kerjanya. Alih-alih merespons dengan perasaan romantis, ia justru menuntut pembuktian logis agar hubungan mereka diakui sebagai cinta sejati melalui eksperimen ketat.
Shinya Yukimura, pria yang sangat rasional, menerima tantangan tersebut dengan serius. Keduanya terjebak dalam obsesi konyol untuk mengukur detak jantung, ekspresi wajah, hingga kadar hormon guna memastikan apakah perasaan mereka benar-benar tervalidasi secara saintifik.
Bersama anggota laboratorium lain seperti Kotonoha Kanade, Ena Ibarada, dan Kosuke Inukai, mereka menciptakan berbagai skenario lucu yang absurd. Ketegangan muncul saat data ilmiah yang dikumpulkan justru malah memperumit hubungan personal mereka sendiri.
Konflik batin terus menguji apakah logika mampu menjelaskan keajaiban cinta. Akankah mereka berhasil memenangkan tesis paling sulit dalam hidup, atau justru tersesat dalam labirin perasaan yang tak bisa dijelaskan oleh rumus matematika dan eksperimen kaku tersebut?