Kehidupan sehari-hari di pinggiran kota Jepang era tujuh puluhan terasa begitu hangat sekaligus penuh kekacauan kecil. Anime bergenre slice-of-life ini menangkap esensi masa kecil yang sederhana, unik, dan kadang terasa sangat menyebalkan bagi seorang anak sekolah.
Tokoh utamanya adalah Maruko, seorang siswi kelas tiga SD yang pemalas dan hobi menunda pekerjaan rumah. Sifatnya yang ceroboh sering memicu konflik lucu di rumah, terutama saat ia harus menghadapi ibunya yang tegas dan selalu cerewet kepadanya.
Hubungan unik terjalin antara dia dan kakaknya, Sakiko, yang sering merasa terganggu dengan tingkah laku adiknya yang tidak teratur. Meski sering bertengkar, mereka tetaplah saudara yang berbagi suka dan duka di tengah dinamika keluarga menengah mereka.
Di sekolah, Maruko ditemani oleh sahabat karibnya, Tamae, gadis yang manis dan sangat pengertian. Kehadiran teman-teman sekelasnya yang eksentrik, seperti si kaya Hanawa, menambah warna dalam petualangan konyol mereka setiap harinya di kelas.
Ketegangan muncul saat Maruko berusaha menyeimbangkan ambisi masa kecil dengan realitas yang sering kali tidak sesuai ekspektasi. Tema tentang persahabatan, kekeluargaan, dan proses mendewasakan diri menjadi inti yang menyentuh hati para penonton setianya.