Kyoutarou Ichikawa adalah seorang siswa SMP yang tergolong antisosial, introvert, dan punya imajinasi yang agak gelap. Dia sering menghabiskan waktunya membaca buku tentang pembunuhan atau anatomi manusia, sambil diam-diam memelihara pemikiran "aneh" kalau dirinya ingin menghabisi teman-teman sekelasnya yang populer. Di antara sekian banyak target imajinasi konyolnya, nama Anna Yamada—gadis paling cantik dan jangkung di kelas yang juga bekerja sebagai model remaja—menjadi sasaran utamanya.
Namun, fantasi gelap Ichikawa perlahan-lahan runtuh saat ia mulai memperhatikan perilaku asli Yamada di luar sorotan kamera. Di perpustakaan sekolah—tempat favorit Ichikawa untuk menyendiri—ia sering mendapati Yamada yang ternyata sangat ceroboh, kekanak-kanakan, dan hobi makan camilan secara sembunyi-sembunyi. Interaksi canggung yang awalnya tidak disengaja di perpustakaan tersebut justru menjadi awal mula dari hubungan yang tidak pernah disangka-sangka oleh keduanya.
Makin sering mereka menghabiskan waktu bersama, Ichikawa mulai menyadari bahwa perasaan "gelap" yang ia miliki terhadap Yamada bukanlah rasa benci atau niat jahat, melainkan rasa kagum dan kebingungan khas remaja yang sedang jatuh cinta pertama kali. Di sisi lain, Yamada juga mulai merasa nyaman dan menyukai ketulusan serta kebaikan tersembunyi Ichikawa yang selalu memperhatikannya dari jauh.
Boku no Kokoro no Yabai Yatsu menyajikan perkembangan karakter (character growth) dan dinamika romance yang sangat halus, realistis, dan menggemaskan. Anime ini berhasil mengubah prasangka diawal menjadi kisah cinta remaja yang penuh kehangatan, komedi segar, serta momen-momen heartwarming yang sukses bikin penonton senyum-senyum sendiri sepanjang episode!
Amane Fujimiya adalah seorang siswa SMA yang hidup sendirian di sebuah apartemen dengan gaya hidup yang cukup berantakan. Ia tidak peduli soal kebersihan kamar, jarang makan makanan bergizi, dan lebih sering mengandalkan makanan instan. Tepat di sebelah kamarnya, tinggal Mahiru Shiina, siswi tercantik dan paling berprestasi di sekolahnya yang dijuluki sebagai seorang "Malaikat" (Tenshi) karena parasnya yang sempurna, kepribadian yang lembut, serta kemampuannya di berbagai bidang.
Meski bertetangga, Amane dan Mahiru sama sekali tidak pernah bertegur sapa atau berinteraksi di sekolah. Perubahan besar terjadi pada suatu hari hujan deras, saat Amane melihat Mahiru duduk sendirian di taman bermain dengan wajah muram. Tanpa berpikir panjang, Amane meminjamkan payungnya kepada Mahiru dan memilih pulang dengan kehujanan. Keesokan harinya, Mahiru datang ke kamar Amane untuk mengembalikan payung sekaligus merawat Amane yang berakhir demam gara-gara kehujanan.
Melihat kondisi kamar Amane yang seperti "kapal pecah" dan kebiasaan makannya yang sama sekali tak sehat, Mahiru yang sangat perhatian tidak bisa tinggal diam. Ia mulai rajin datang ke kamar Amane untuk memasakkan makanan bernutrisi, membersihkan ruangan, hingga mengurus kebutuhan harian Amane. Dari interaksi yang berawal dari rasa tanggung jawab dan kebaikan hati ini, kehangatan yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya perlahan mulai tumbuh di antara keduanya.
Otonari no Tenshi-sama ni Itsunomanika Dame Ningen ni Sareteita Ken menyajikan kisah romansa manis khas slice of life yang sangat menenangkan. Hubungan Amane dan Mahiru berkembang secara perlahan (slow burn), alami, dan penuh kepedulian yang tulus. Buat kamu yang lagi butuh tontonan ringan yang bikin ketagihan, penuh momen wholesome, dan sukses bikin sugar rush, anime yang satu ini wajib banget masuk daftar tontonan kamu!