Bagi Ibuki Tonami, minum alkohol adalah jalan ninjanya buat melepas penat dari tugas kuliah sekaligus tanggung jawabnya sebagai pengawas asrama (resident assistant). Masalahnya, Ibuki punya trauma masa lalu yang bikin dia insekyur setengah mati: dia selalu cegukan tiap kali minum alkohol. Karena malu dan takut dihakimi orang lain, dia akhirnya milih buat selalu minum sendirian di pojokan kamar sambil menikmati waktu me-time-nya.
Tapi, rutinitas menyendiri Ibuki mulai terusik pas ada mahasiswi baru tahun pertama bernama Botan Kamiina pindah ke asrama yang sama. Suatu hari pas anak-anak asrama lagi main keluar, Botan gak sengaja mergokin Ibuki yang lagi asyik minum sendirian. Meskipun seumur-umur belum pernah nyentuh alkohol, Botan penasaran banget sama minuman yang dipegang seniornya itu. Ibuki yang gak enakan akhirnya ngebagi minumannya, dan siapa sangka—Botan yang aslinya kalem, sopan, dan ceria, mendadak berubah 180 derajat jadi cewek agresif yang hobi tebar pesona pas lagi mabok!
Kejadian random itu malah bikin anak-anak asrama lain syok pas tahu kalau Ibuki yang menutup diri sekarang malah sering ritual minum bareng Botan. Bagi Botan, setiap jenis minuman baru yang dia cobain bareng Ibuki selalu berubah jadi kenangan manis yang bikin nagih. Lewat momen-momen minum berdua inilah, Botan punya misi rahasia buat pelan-pelan narik Ibuki keluar dari zona nyamannya, biar suatu hari nanti mereka berdua bisa seru-seruan minum bareng seluruh anak asrama!
Di sebuah desa terpencil yang terisolasi dari dunia luar, lahir sepasang anak kembar yang takdirnya dibedakan oleh siang dan malam. Bertahun-tahun kemudian, si kakak yang bernama Yuru tumbuh jadi pemburu hewan yang andal, sementara adiknya, Asa, malah dikurung di dalam penjara demi ngejalanin tugas khusus yang bikin dia nggak boleh sembarangan ketemu orang.
Tapi pada suatu hari yang keliatannya biasa aja, ketenangan desa mereka langsung hancur total. Sekelompok orang bersenjata yang naik helikopter—yang dianggap warga desa sebagai "naga"—mendadak nyerang desa itu buat nyari Yuru dan ngebantai semua orang dewasa di sana. Pas Yuru buru-buru mau nyelametin Asa buat kabur bareng, dia malah nemu sesosok mayat. Parahnya lagi, cewek yang ngebunuh mayat itu justru ngaku-ngaku sebagai adik kembar kandung Yuru yang asli!
Sebelum Yuru ketangkep sama cewek asing itu, dia untungnya berhasil diselametin sama Dera, orang luar yang emang sering main ke desa mereka. Sialnya, pelarian mereka nggak berlangsung lama sampai akhirnya mereka terpojok. Di situasi hidup dan mati itu, Dera maksa Yuru buat ngasih sesembahan ke dewa desa, yang mendadak memanggil sepasang makhluk gaib (daemon) buat bertarung dan ngebongkar rahasia besar di balik kekacauan ini.
Sejak kecil, Akane Ousaki seneng banget nonton ayahnya, Tooru, latihan dan manggung rakugo—seni komedi panggung tradisional Jepang yang modalkan cerita lisan. Di dunia rakugo, para senimannya dibagi jadi tiga tingkatan, di mana gelar tertinggi bernama shinuchi cuma dikasih buat mereka yang bener-bener jago setelah lolos ujian promosi yang susahnya minta ampun. Pas ayahnya maju ujian, Akane ngeliat sendiri betapa pecah dan kerennya penampilan sang ayah di depan penonton. Sialnya, Isshou Arakawa selaku juri utama yang terkenal kejam tetep nge-gagalir ayah Akane, yang bikin ayahnya terpukul sampai terpaksa pensiun dini dari dunia rakugo.
Nggak terima ayahnya digituin, Akane diam-diam langsung rajin latihan rakugo sendiri selama bertahun-tahun demi bales dendam. Pas udah duduk di bangku akhir SMA, Akane gak sengaja dapet kesempatan buat manggung di depan penonton berkat bantuan Shiguma Arakawa, yang dulunya merupakan guru dari ayahnya sendiri. Penampilan Akane yang kelewat epik malam itu sukses bikin semua orang melongo dan ngerasa merinding.
Melihat potensi dewa di dalam diri gadis ini, Shiguma langsung ngangkat Akane jadi murid resmi barunya. Dengan bimbingan mentor barunya ini, Akane resmi memulai langkah pertamanya di dunia hiburan tradisional buat ngejar gelar shinuchi demi nebus impian ayahnya yang sempat dihancurin dulu. Perjuangan Akane buat naklukin panggung rakugo pun dimulai!
Sejak detik pertama si cowok kuper nan suram bernama Okuto Nakamura ngelihat Aiki Hirose di upacara penerimaan siswa baru, dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama! Bukannya muluk-muluk pengen langsung pacaran, impian terbesar Nakamura sebenarnya super simpel: dia cuma pengen bisa kenalan dan jadi sahabat deketnya Hirose. Sialnya, Nakamura ini pemalu banget, walhasil setiap kali dia nyoba buat ngajak ngobrol si cowok populer itu, ujung-ujungnya selalu berakhir jadi bencana total yang bikin malu setengah mati.
Tapi perjuangan Nakamura nggak sia-sia amat. Setelah lewat berbagai aksi kocak, dia akhirnya berhasil juga menarik perhatian Hirose dan bikin cowok itu "terkesan"—meskipun kesannya agak salah kaprah dan nggak sesuai sama yang Nakamura mau. Untungnya, karena tahun ajaran baru aja dimulai, Nakamura ngerasa masih punya banyak waktu buat memperbaiki keadaan dan bikin strategi PDKT yang lebih mulus.
Masalah utamanya sekarang bukan ada di Hirose yang susah dideketin, melainkan ada di dalam otak Nakamura sendiri! Yup, musuh terbesar cowok malang ini adalah sifatnya yang kagetan dan hobi berdelusi tingkat tinggi yang sering bikin situasi normal malah ngerembet jadi makin semrawut. Yuk, temenin Nakamura berjuang ngelawan delusinya sendiri demi bisa makin deket sama pujaan hatinya!
Abis beres urusan Ujian Penyihir Kelas Satu, trio maut kita—Frieren si elf, Stark si petarung, dan Fern yang sekarang udah jadi penyihir kelas satu—akhirnya dapet izin buat masuk ke Dataran Tinggi Utara yang terkenal super bahaya. Sepanjang perjalanan mereka menuju Aureole (tempat jiwa-jiwa berkumpul), mereka harus berhadapan sama musuh-musuh yang makin kuat. Situasi ini maksa Stark buat ngelawan rasa inseskurisnya sendiri demi memantapkan mentalnya sebagai tameng utama di lini depan tim.
Di sisi lain, Fern makin menghargai setiap kemampuan dan hadiah yang dia dapetin selama hidupnya, di mana semua itu jadi pengingat manis tentang orang-orang yang dia sayangi. Sementara itu, Frieren masih setia sama janjinya buat lebih memahami manusia. Dia sering kali nostalgia, nginget-nginget lagi momen petualangannya bareng grup Pahlawan dulu, termasuk kenangan singkatnya saat ketemu sama sosok legendaris di masa lalu.
Melihat waktu yang terus berjalan, Frieren diam-diam sempat ragu dan nanya ke diri sendiri: "Gue sebenernya udah berubah belum, sih?" Tapi uniknya, dari setiap keputusan kecil dan sikap simpel yang dia ambil sekarang, kelihatan jelas kalau Frieren sebenernya udah jadi jauh lebih "manusiawi" dibanding dulu tanpa dia sadari sendiri. Perjalanan emosional mereka pun masih terus berlanjut!