Di sudut gelap kawasan pecinan, terdapat toko hewan unik yang menawarkan makhluk eksotis bagi mereka yang kesepian. Atmosfer misterius menyelimuti tempat ini, seolah menyimpan rahasia kelam bagi siapa pun yang berani melangkah masuk untuk mencari teman hidup baru.
Sang pemilik toko yang eksentrik, Count D, adalah pria anggun yang selalu menjual hewan dengan syarat kontrak ketat. Baginya, setiap hewan adalah manifestasi dari keinginan manusia yang paling dalam, baik itu cinta, kekuasaan, atau penyesalan yang mendalam.
Detektif Leon Orcot yang skeptis terus membayangi toko tersebut karena curiga dengan serangkaian kematian aneh di kota. Pertentangan ideologi antara insting polisi Leon dan sifat tenang D menciptakan dinamika unik dalam membedah misteri setiap pelanggan.
Setiap pembeli sering kali melanggar aturan yang diberikan oleh D, yang berujung pada konsekuensi tragis bagi mereka sendiri. Keinginan manusia yang rakus dan obsesif sering kali memicu malapetaka ketika bersinggungan dengan kekuatan gaib hewan-hewan koleksi toko.
Kisah ini menggali sisi gelap moralitas manusia yang terpikat oleh pesona hewan mistis. Ketika batas antara dunia manusia dan dunia supranatural mulai kabur, D berdiri sebagai saksi bisu atas kejatuhan mereka yang membiarkan nafsu menguasai akal sehat mereka.
Sekolah Menengah Inaho tampak tenang di permukaan, namun ruang klub tenis meja menjadi tempat berkumpulnya sekumpulan remaja pria yang tidak waras. Anime komedi gelap ini menyajikan kekacauan sehari-hari yang jauh dari nuansa olahraga kompetitif pada umumnya.
Sosok Maeno menjadi pusat kegilaan dengan perilakunya yang sangat eksentrik dan mesum. Dia memimpin rekan-rekannya menuju kehancuran reputasi klub, sering kali menyeret orang di sekitar mereka ke dalam situasi yang memalukan serta sangat tidak terduga.
Tidak ketinggalan Izawa yang selalu menjadi pendukung setia ide-ide gila tersebut. Hubungan keduanya yang sangat disfungsional menciptakan dinamika humor yang kasar, kotor, dan penuh dengan lelucon dewasa yang siap mengocok perut siapa pun penontonnya.
Konflik muncul ketika anggota lain yang lebih waras mencoba mempertahankan harga diri klub tenis meja dari kehancuran total. Perselisihan internal ini justru sering berakhir dengan aksi konyol yang justru memperburuk citra mereka di mata warga sekolah lainnya.
Ketegangan antara ambisi untuk bermain serius dan hasrat untuk melakukan kekonyolan tak terbatas menjadi tema utama yang dominan. Bersiaplah menyaksikan betapa kacaunya masa muda mereka yang terbuang sia-sia demi kepuasan candaan yang sangat amat absurd.
Berlatar di Italia abad ke-19, drama mengharukan ini mengeksplorasi lika-liku kehidupan sekolah dasar yang penuh dengan pelajaran moral. Setiap hari adalah petualangan emosional di mana para murid belajar memahami arti empati, kerja keras, dan persahabatan sejati.
Tokoh utamanya adalah Enrico Bottini, seorang bocah laki-laki yang sangat jujur dan perhatian. Ia rajin mencatat semua peristiwa penting dalam buku hariannya, menangkap momen menyentuh saat berinteraksi dengan teman sekelasnya yang berasal dari berbagai latar belakang.
Di sana ia berteman akrab dengan Nino Garrone, sosok kakak kelas yang memiliki jiwa pelindung serta berhati emas. Namun, sekolah bukan tanpa masalah. Francesco Franti sering menjadi duri dalam kelas dengan perilaku nakalnya yang sangat meresahkan.
Ketegangan sering muncul karena perbedaan sifat dan kondisi sosial di antara para siswa. Guru mereka, Perboni, harus berjuang keras menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah lingkungan yang keras, menuntut kesabaran ekstra dalam membimbing para bocah ini tumbuh dewasa.
Konflik batin dan dinamika pertemanan yang rumit terus menguji karakter mereka. Akankah ikatan yang mereka bangun mampu bertahan melawan prasangka? Kisah ini menjadi cermin abadi tentang bagaimana kasih sayang dan pengertian mampu menyatukan perbedaan di masa muda yang penuh warna.