Kehidupan sehari-hari keluarga Tachibana di pinggiran kota Tokyo tampak sangat normal, namun penuh dengan kekacauan yang menggelitik. Anime bergenre slice-of-life ini mengangkat dinamika rumah tangga yang relate dengan siapa saja, memadukan komedi situasi.
Sang ibu, Mikan, adalah seorang siswi SMA yang sering merasa malu dengan kelakuan eksentrik ibunya. Ia berusaha menyeimbangkan kehidupan sekolah dan drama keluarga yang tak ada habisnya, menciptakan interaksi yang sering kali memicu tawa penonton.
Di sisi lain, sosok Mama menjadi pusat perhatian dengan kepribadiannya yang sangat santai, sering ceroboh, namun sangat gigih. Ia selalu punya cara unik untuk menangani masalah rumah tangga, meski sering kali justru membuat suaminya merasa sangat pusing.
Sementara itu, Papa hadir sebagai kepala keluarga yang pendiam, misterius, dan jarang bicara. Kontras sifatnya dengan sang istri menciptakan konflik kecil yang lucu, menunjukkan bahwa komunikasi dalam sebuah keluarga terkadang memang sangat menantang.
Terakhir ada Yuzuhiko, adik laki-laki yang sangat dewasa dan tenang. Melalui berbagai peristiwa sehari-hari, mereka belajar memahami perbedaan sifat satu sama lain, merayakan momen kecil yang menjadikan rumah sebagai tempat paling hangat untuk pulang.
Jepang masa depan telah hancur lebur menjadi tanah gersang di bawah kekuasaan diktator kejam. Rakyat menderita kelaparan sementara para penguasa bertindak semena-mena. Di balik keputusasaan ini, sebuah ramalan kuno bangkit membawa harapan bagi mereka yang tertindas.
Gadis tangguh bernama Sarasa terpaksa menyamar sebagai kembarannya yang gugur demi memikul takdir sebagai penyelamat rakyat. Ia harus memimpin pemberontakan besar untuk menggulingkan rezim tirani yang telah merenggut kebebasan dan keadilan bagi banyak orang.
Takdir mempertemukan Sarasa dengan Shuri, musuh bebuyutannya yang merupakan pangeran dari kekaisaran lalim. Tanpa saling tahu identitas asli, mereka berdua jatuh cinta, menciptakan hubungan emosional yang rumit di tengah bara konflik perang yang sangat mematikan.
Kepribadian Sarasa yang penuh semangat berbenturan dengan Shuri yang dingin dan ambisius. Konflik batin menyelimuti perjalanan mereka, saat loyalitas pada kaum masing-masing diuji oleh rasa kasih sayang yang terlarang di tengah medan perang yang tak kunjung reda.
Ketegangan memuncak saat mereka menyadari bahwa cinta sejati mungkin menjadi satu-satunya penghalang perdamaian. Akankah idealisme mereka menyatu atau justru menghancurkan satu sama lain? Perang takdir ini mempertaruhkan nyawa dan masa depan seluruh umat manusia.