Bagi Ibuki Tonami, minum alkohol adalah jalan ninjanya buat melepas penat dari tugas kuliah sekaligus tanggung jawabnya sebagai pengawas asrama (resident assistant). Masalahnya, Ibuki punya trauma masa lalu yang bikin dia insekyur setengah mati: dia selalu cegukan tiap kali minum alkohol. Karena malu dan takut dihakimi orang lain, dia akhirnya milih buat selalu minum sendirian di pojokan kamar sambil menikmati waktu me-time-nya.
Tapi, rutinitas menyendiri Ibuki mulai terusik pas ada mahasiswi baru tahun pertama bernama Botan Kamiina pindah ke asrama yang sama. Suatu hari pas anak-anak asrama lagi main keluar, Botan gak sengaja mergokin Ibuki yang lagi asyik minum sendirian. Meskipun seumur-umur belum pernah nyentuh alkohol, Botan penasaran banget sama minuman yang dipegang seniornya itu. Ibuki yang gak enakan akhirnya ngebagi minumannya, dan siapa sangka—Botan yang aslinya kalem, sopan, dan ceria, mendadak berubah 180 derajat jadi cewek agresif yang hobi tebar pesona pas lagi mabok!
Kejadian random itu malah bikin anak-anak asrama lain syok pas tahu kalau Ibuki yang menutup diri sekarang malah sering ritual minum bareng Botan. Bagi Botan, setiap jenis minuman baru yang dia cobain bareng Ibuki selalu berubah jadi kenangan manis yang bikin nagih. Lewat momen-momen minum berdua inilah, Botan punya misi rahasia buat pelan-pelan narik Ibuki keluar dari zona nyamannya, biar suatu hari nanti mereka berdua bisa seru-seruan minum bareng seluruh anak asrama!
Kyoutarou Ichikawa adalah seorang siswa SMP yang tergolong antisosial, introvert, dan punya imajinasi yang agak gelap. Dia sering menghabiskan waktunya membaca buku tentang pembunuhan atau anatomi manusia, sambil diam-diam memelihara pemikiran "aneh" kalau dirinya ingin menghabisi teman-teman sekelasnya yang populer. Di antara sekian banyak target imajinasi konyolnya, nama Anna Yamada—gadis paling cantik dan jangkung di kelas yang juga bekerja sebagai model remaja—menjadi sasaran utamanya.
Namun, fantasi gelap Ichikawa perlahan-lahan runtuh saat ia mulai memperhatikan perilaku asli Yamada di luar sorotan kamera. Di perpustakaan sekolah—tempat favorit Ichikawa untuk menyendiri—ia sering mendapati Yamada yang ternyata sangat ceroboh, kekanak-kanakan, dan hobi makan camilan secara sembunyi-sembunyi. Interaksi canggung yang awalnya tidak disengaja di perpustakaan tersebut justru menjadi awal mula dari hubungan yang tidak pernah disangka-sangka oleh keduanya.
Makin sering mereka menghabiskan waktu bersama, Ichikawa mulai menyadari bahwa perasaan "gelap" yang ia miliki terhadap Yamada bukanlah rasa benci atau niat jahat, melainkan rasa kagum dan kebingungan khas remaja yang sedang jatuh cinta pertama kali. Di sisi lain, Yamada juga mulai merasa nyaman dan menyukai ketulusan serta kebaikan tersembunyi Ichikawa yang selalu memperhatikannya dari jauh.
Boku no Kokoro no Yabai Yatsu menyajikan perkembangan karakter (character growth) dan dinamika romance yang sangat halus, realistis, dan menggemaskan. Anime ini berhasil mengubah prasangka diawal menjadi kisah cinta remaja yang penuh kehangatan, komedi segar, serta momen-momen heartwarming yang sukses bikin penonton senyum-senyum sendiri sepanjang episode!