Dunia shogi yang keras kembali menuntut ketangguhan mental bagi Rei Kiriyama. Musim kedua ini menggali lebih dalam sisi emosional sang jenius yang kesepian, saat ia berjuang menjaga keseimbangan hidup antara ambisi profesional dan kehangatan hati.
Kehadiran tiga bersaudara Kawamoto, yakni Akari, Hinata, dan Momo, menjadi pelabuhan bagi Rei. Ikatan kekeluargaan mereka memberikan warna baru di tengah dinginnya persaingan papan catur yang penuh tekanan dan ambisi besar.
Konflik memuncak saat Hinata menghadapi ujian berat di sekolah yang menguji moralitas dan keberaniannya. Rei berusaha memberikan dukungan terbaik, namun ia pun menyadari keterbatasan dirinya dalam melindungi orang yang paling ia sayangi di dunia.
Sosok Kai Shimada dan rival lainnya terus memacu Rei untuk tumbuh melampaui batas kemampuannya. Pertarungan di atas papan shogi bukan sekadar strategi, melainkan cerminan dari pergulatan batin serta pencarian makna hidup yang selama ini terasa hampa.
Musim ini mengeksplorasi tema empati, ketangguhan, dan kedewasaan dengan sangat menyentuh. Rei perlahan belajar bahwa meski ia hidup dalam kesendirian, ada benang kasih sayang yang menghubungkannya dengan orang lain di tengah badai kehidupan yang keras.
Pas liburan musim panas di rumah kakeknya, Hotaru Takegawa yang masih enam tahun malah nyasar di hutan yang katanya dihuni sama roh-roh. Pas lagi nangis kebingungan, dia ketemu Gin, cowok misterius yang pakai topeng dan nawarin bantuan. Karena senang banget akhirnya ketemu orang, Hotaru langsung lari mau meluk Gin, tapi malah didorong kasar sama dia.
Ternyata, ada alasan serius kenapa Gin kayak gitu: dia kena kutukan ngeri. Kalau sampai dia tersentuh sama manusia, dia bakal hilang selamanya. Meskipun Gin sempat minta Hotaru buat jangan balik lagi, Hotaru malah nekat terus datang nemuin dia. Akhirnya, mereka pun jadi makin akrab meski situasinya serba susah karena batasan itu.
Seiring berjalannya waktu, perasaan di antara mereka mulai tumbuh makin dalam. Masalahnya, mereka jadi makin ngerasa tersiksa dengan batasan takdir yang bikin mereka nggak bisa bersentuhan, padahal rasa sayang di hati udah nggak bisa dibendung lagi.