Di sebuah desa terpencil yang terisolasi dari dunia luar, lahir sepasang anak kembar yang takdirnya dibedakan oleh siang dan malam. Bertahun-tahun kemudian, si kakak yang bernama Yuru tumbuh jadi pemburu hewan yang andal, sementara adiknya, Asa, malah dikurung di dalam penjara demi ngejalanin tugas khusus yang bikin dia nggak boleh sembarangan ketemu orang.
Tapi pada suatu hari yang keliatannya biasa aja, ketenangan desa mereka langsung hancur total. Sekelompok orang bersenjata yang naik helikopter—yang dianggap warga desa sebagai "naga"—mendadak nyerang desa itu buat nyari Yuru dan ngebantai semua orang dewasa di sana. Pas Yuru buru-buru mau nyelametin Asa buat kabur bareng, dia malah nemu sesosok mayat. Parahnya lagi, cewek yang ngebunuh mayat itu justru ngaku-ngaku sebagai adik kembar kandung Yuru yang asli!
Sebelum Yuru ketangkep sama cewek asing itu, dia untungnya berhasil diselametin sama Dera, orang luar yang emang sering main ke desa mereka. Sialnya, pelarian mereka nggak berlangsung lama sampai akhirnya mereka terpojok. Di situasi hidup dan mati itu, Dera maksa Yuru buat ngasih sesembahan ke dewa desa, yang mendadak memanggil sepasang makhluk gaib (daemon) buat bertarung dan ngebongkar rahasia besar di balik kekacauan ini.
Di kota resor tepi laut Atami yang tenang, ada sebuah laundry bernama Kinme Cleaning yang dikelola oleh Wakana Kinme. Meski nggak ingat apa pun soal hidupnya sebelum pindah ke sana, Wakana sudah menghabiskan dua tahun terakhir membangun hidup baru dengan tenang di antara warga setempat. Ia mencuci baju-baju titipan pelanggan dengan penuh ketelitian dan kelembutan, seolah setiap helai kain itu menyimpan kenangan yang jauh lebih rapuh daripada bahannya sendiri.
Wakana pun jadi sosok yang akrab bagi warga kota karena ia sering berbagi momen-momen kecil yang berharga dengan mereka. Pakaian yang ia cuci seakan menceritakan kisah hidup sehari-hari pemiliknya, sehingga ia bisa ikut menjaga kenangan mereka sementara ingatannya sendiri tetap terkunci rapat. Sambil terus membersihkan noda, baik yang fisik maupun yang ada di hati, hidupnya perlahan jadi bukti nyata betapa nyamannya momen-momen sederhana itu.
Lewat setiap cucian, Wakana membuktikan bahwa meskipun ia kehilangan masa lalunya, ia tetap bisa menemukan tempat untuk pulang dan merasa diterima di tengah orang-orang di sekitarnya.