Dunia pasca-apokaliptik yang hancur karena perang dunia besar kini menyisakan puing-puing peradaban. Di tengah kekacauan, kota Utopia bernama Olympus berdiri sebagai mercusuar harapan terakhir bagi umat manusia yang tersisa untuk bertahan hidup damai.
Deunan Knute, seorang prajurit tangguh yang tak kenal lelah, baru saja diselamatkan dari medan perang tandus. Ia dibawa ke kota futuristik ini dan harus beradaptasi dengan tatanan sosial baru di mana manusia hidup berdampingan bersama kaum Bioroid.
Pertemuan kembali dengan mantan kekasihnya, Briareos Hecatonchires, membawa dinamika emosional yang rumit. Sebagai cyborg berpengalaman, ia menjadi pelindung setia sang gadis, meski hubungan mereka kini teruji oleh rahasia besar di balik bioteknologi kota.
Ketegangan mulai memuncak ketika konspirasi politik mengancam stabilitas Olympus dari dalam. Kepercayaan mereka diuji saat menyadari bahwa perdamaian yang tampak sempurna ini hanyalah topeng dari ambisi gelap yang mengincar kepunahan umat manusia yang murni.
Apakah mereka mampu mengungkap kebenaran sebelum semuanya terlambat? Di tengah baku tembak intens dan dilema etika mendalam, keduanya harus memilih antara melindungi sistem yang mapan atau menyelamatkan jati diri manusia dari cengkeraman mesin yang haus kekuasaan.
Lukisan masa depan yang kelam terbentang di Lux, sebuah kota bawah tanah yang membusuk dan terisolasi dari dunia luar. Di tempat ini, kekerasan menjadi bahasa utama bagi warga yang bertahan hidup di tengah sisa-sisa peradaban yang mulai hancur total.
Seorang petarung jalanan bernama Ichise kehilangan anggota tubuhnya akibat sebuah insiden berdarah. Dalam keadaan sekarat, ia diselamatkan oleh seorang wanita misterius dan kini harus beradaptasi dengan tubuh mekanis baru yang disebut sebagai Texhnolyze.
Pertemuannya dengan Ran, seorang gadis peramal yang memiliki kemampuan untuk melihat masa depan, mengubah jalan hidupnya. Ikatan aneh di antara mereka mulai tumbuh, menjebak keduanya dalam intrik politik kota yang sangat kelam dan penuh pengkhianatan.
Di sisi lain, Onishi, sosok pemimpin yang berusaha menjaga keseimbangan di Lux, harus menghadapi perpecahan faksi-faksi yang saling haus kekuasaan. Konflik internal ini mengancam stabilitas kota yang perlahan menuju jurang kehancuran yang tak terelakkan.
Ketegangan memuncak saat rahasia kelam mengenai keberadaan kota tersebut perlahan terkuak. Eksistensi manusia dipertanyakan ketika teknologi transhumanisme menjadi beban berat yang menghantui jiwa mereka, memicu pertarungan eksistensial penuh melankolis dan tragedi.