Edo kini mencekam dalam bayang-bayang konspirasi besar yang mengancam tatanan dunia. Di tengah kekacauan politik antara keshogunan dan faksi pemberontak, humor absurd dan aksi intens berpadu menjadi tontonan tak terduga bagi para penggemar yang merindukan keseruan.
Gintoki Sakata, sang samurai berambut perak yang malas namun setia kawan, harus memimpin Yorozuya menghadapi takdir kelam. Bersama Shinpachi yang sering jadi bahan lelucon dan Kagura yang tangguh, mereka terjerat konflik pelik masa lalu.
Hubungan mereka diuji saat musuh-musuh lama bangkit menuntut balas dendam. Gintoki tidak hanya berjuang melawan pedang, tetapi juga melindungi orang-orang terkasih dari ancaman yang jauh lebih besar daripada sekadar invasi alien di jalanan Edo yang sibuk.
Ketegangan memuncak ketika kebenaran mengenai asal-usul Gintoki mulai terkuak perlahan. Loyalitas para samurai dipertaruhkan, sementara pertempuran epik menuntut keberanian luar biasa dari mereka yang selama ini hanya dianggap sebagai pengangguran biasa.
Tema pengorbanan dan persahabatan abadi menjadi inti dari babak menegangkan ini. Akankah mereka berhasil menyelamatkan kedamaian kota, ataukah ego serta masa lalu yang traumatis akan menghancurkan ikatan yang telah lama dibangun oleh kelompok Yorozuya ini?
Abis berhasil menang dramatis melawan SMA Aoba Jousai, SMA Karasuno—yang dulunya sempat diejek sebagai "raksasa yang jatuh" atau "gagak yang gak bisa terbang"—akhirnya sukses melaju ke babak final Turnamen Musim Semi. Tapi, langkah mereka buat bisa dapet tiket ke turnamen nasional bener-bener dihadang tembok raksasa. Karasuno kudu wajib mengalahkan sekolah unggulan nomor satu, Akademi Shiratorizawa, yang terkenal sebagai raja terakhir di prefektur mereka.
Rintangan paling mematikan buat Karasuno adalah ace andalan Shiratorizawa, Wakatoshi Ushijima. Cowok ini bukan cuma pemain nomor satu di Prefektur Miyagi, tapi juga masuk dalam jajaran tiga besar ace terbaik di seluruh Jepang yang pukulannya setara monster. Cuma tim terkuat yang bisa lolos ke tingkat nasional, dan karena laga ini adalah kesempatan terakhir bagi anak-anak kelas tiga buat main di nasional, Karasuno gak punya pilihan selain ngeluarin semua modal teknik yang udah mereka pelajari selama kamp pelatihan kemarin.
Baku hantam di lapangan voli ini dipastikan bakal berjalan super menegangkan, penuh tensi, sekaligus bikin merinding. Berbekal kombinasi serangan cepat Hinata-Kageyama dan pertahanan solid yang digalang Tsukishima, Karasuno bakal berjuang mati-matian buat menumbangkan sang raja. Pertempuran antara sang gagak melawan burung elang putih pun resmi dimulai!