Berlatar di sebuah toko kue tradisional Jepang yang tenang, kisah ini mengeksplorasi jalinan kehidupan melalui resep manis dan kehangatan keluarga. Suasana Kyoto yang kental dengan budaya lokal menjadi saksi bisu perkembangan kedewasaan yang penuh dengan rasa.
Nagomu Irino akhirnya memutuskan pulang ke kampung halaman setelah gagal mengejar mimpi sebagai musisi di Tokyo. Ia berniat meneruskan usaha toko wagashi milik keluarganya, namun kenyataan tidak seindah bayangan saat ia harus menggantikan posisi ayahnya.
Kehadiran Itsuka Yukihira, seorang gadis muda yang ditinggalkan orang tuanya di toko tersebut, justru menambah tantangan baru. Hubungan mereka canggung karena gadis kecil ini dianggap sebagai calon penerus toko yang seharusnya diurus oleh sang pria dewasa.
Konflik batin dan tanggung jawab mulai menghimpit pundak sang pemuda yang sedang mencari jati diri. Sementara sang gadis berusaha keras membuktikan kemampuannya, perlahan mereka belajar saling melengkapi di tengah sibuknya dapur yang penuh dengan aroma gula.
Suka duka dalam mengelola bisnis warisan keluarga membawa mereka pada pemahaman tentang arti rumah yang sesungguhnya. Melalui setiap gigitan kue yang dibuat sepenuh hati, mereka belajar melepaskan ego untuk membangun ikatan baru yang sangat menyentuh jiwa.