Sejak kecil, Akane Ousaki seneng banget nonton ayahnya, Tooru, latihan dan manggung rakugo—seni komedi panggung tradisional Jepang yang modalkan cerita lisan. Di dunia rakugo, para senimannya dibagi jadi tiga tingkatan, di mana gelar tertinggi bernama shinuchi cuma dikasih buat mereka yang bener-bener jago setelah lolos ujian promosi yang susahnya minta ampun. Pas ayahnya maju ujian, Akane ngeliat sendiri betapa pecah dan kerennya penampilan sang ayah di depan penonton. Sialnya, Isshou Arakawa selaku juri utama yang terkenal kejam tetep nge-gagalir ayah Akane, yang bikin ayahnya terpukul sampai terpaksa pensiun dini dari dunia rakugo.
Nggak terima ayahnya digituin, Akane diam-diam langsung rajin latihan rakugo sendiri selama bertahun-tahun demi bales dendam. Pas udah duduk di bangku akhir SMA, Akane gak sengaja dapet kesempatan buat manggung di depan penonton berkat bantuan Shiguma Arakawa, yang dulunya merupakan guru dari ayahnya sendiri. Penampilan Akane yang kelewat epik malam itu sukses bikin semua orang melongo dan ngerasa merinding.
Melihat potensi dewa di dalam diri gadis ini, Shiguma langsung ngangkat Akane jadi murid resmi barunya. Dengan bimbingan mentor barunya ini, Akane resmi memulai langkah pertamanya di dunia hiburan tradisional buat ngejar gelar shinuchi demi nebus impian ayahnya yang sempat dihancurin dulu. Perjuangan Akane buat naklukin panggung rakugo pun dimulai!
Kyoutarou Ichikawa adalah seorang siswa SMP yang tergolong antisosial, introvert, dan punya imajinasi yang agak gelap. Dia sering menghabiskan waktunya membaca buku tentang pembunuhan atau anatomi manusia, sambil diam-diam memelihara pemikiran "aneh" kalau dirinya ingin menghabisi teman-teman sekelasnya yang populer. Di antara sekian banyak target imajinasi konyolnya, nama Anna Yamada—gadis paling cantik dan jangkung di kelas yang juga bekerja sebagai model remaja—menjadi sasaran utamanya.
Namun, fantasi gelap Ichikawa perlahan-lahan runtuh saat ia mulai memperhatikan perilaku asli Yamada di luar sorotan kamera. Di perpustakaan sekolah—tempat favorit Ichikawa untuk menyendiri—ia sering mendapati Yamada yang ternyata sangat ceroboh, kekanak-kanakan, dan hobi makan camilan secara sembunyi-sembunyi. Interaksi canggung yang awalnya tidak disengaja di perpustakaan tersebut justru menjadi awal mula dari hubungan yang tidak pernah disangka-sangka oleh keduanya.
Makin sering mereka menghabiskan waktu bersama, Ichikawa mulai menyadari bahwa perasaan "gelap" yang ia miliki terhadap Yamada bukanlah rasa benci atau niat jahat, melainkan rasa kagum dan kebingungan khas remaja yang sedang jatuh cinta pertama kali. Di sisi lain, Yamada juga mulai merasa nyaman dan menyukai ketulusan serta kebaikan tersembunyi Ichikawa yang selalu memperhatikannya dari jauh.
Boku no Kokoro no Yabai Yatsu menyajikan perkembangan karakter (character growth) dan dinamika romance yang sangat halus, realistis, dan menggemaskan. Anime ini berhasil mengubah prasangka diawal menjadi kisah cinta remaja yang penuh kehangatan, komedi segar, serta momen-momen heartwarming yang sukses bikin penonton senyum-senyum sendiri sepanjang episode!