Ichigo Kurosaki, si Dewa Kematian pengganti, hari-harinya cuma dihabisin buat lawan Hollow, roh jahat yang ngebahayain Kota Karakura. Dia nggak sendirian, ada sohib-sohib setianya: Orihime Inoue, temen masa kecil yang jago nyembuhin luka; Yasutora Sado, temen sekelasnya yang punya tenaga super; sama Uryuu Ishida, rivalnya yang seorang Quincy.
Rutinitas Ichigo jadi kacau pas tiba-tiba muncul Asguiaro Ebern, Arrancar berbahaya yang jadi pertanda kalau Yhwach, raja Quincy kuno, udah bangkit lagi. Yhwach pengen banget ngobarin lagi perang berdarah antara Soul Reaper dan Quincy, bahkan dia punya niat jahat buat musnahin dunia manusia dan Soul Society sekalian.
Yhwach pun langsung nyerang dua arah, ke Soul Society sama Hueco Mundo, tempatnya para Hollow dan Arrancar. Gak mau tinggal diam, Ichigo dan kawan-kawan harus ngebantu musuh lama dan temen-temen lama mereka buat ngelawan balik. Mereka mesti berjuang mati-matian buat ngebantai rencana busuk Yhwach sebelum dunia hancur lebur.
Setelah sukses di kampanye Sanyou, pasukan Qin, termasuk Komandan 1.000 orang Xin, makin selangkah lebih dekat buat mewujudkan mimpi Raja Ying Zheng menyatukan Tiongkok. Dengan posisi geografis yang strategis di wilayah Wei yang udah dikuasai, Qin sekarang mulai mengincar negara-negara lain yang masih berperang di sebelah timur.
Di sisi lain, Li Mu—seorang ahli strategi jenius yang baru aja diangkat jadi perdana menteri Zhao—manfaatin gencatan senjata sementara sama Qin buat negosiasi sama negara-negara lain tanpa gangguan. Tiba-tiba, Ying Zheng dapet kabar buruk kalau pasukan dari negara Chu, Zhao, Wei, Han, Yan, dan Qi udah masuk ke wilayah Qin. Sadar kalau dia udah dijebak sama taktik gencatan senjata Li Mu, Zheng buru-buru ngumpulin para penasihatnya buat nyusun rencana menghadapi pasukan koalisi enam negara yang udah ada di depan mata.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara Qin terancam musnah total. Mereka harus ngerahin semua sumber daya dan strategi yang ada supaya nggak lenyap dari peta dunia.