Galaksi sedang berada di ambang kehancuran total karena Matahari kita mulai kehilangan energi akibat tabrakan nuklir yang fatal. Di tengah kekacauan kosmik ini, kapal legendaris bangkit kembali untuk menempuh perjalanan berbahaya demi mencari planet baru bagi umat manusia.
Susumu Kodai kembali memimpin kru setianya dengan tekad baja. Hubungannya yang kian mendalam dengan Yuki Mori menjadi jangkar emosional saat mereka harus menghadapi ketegangan luar biasa di antara dua kekuatan galaksi yang sangat agresif.
Konflik memuncak ketika federasi Bolar dan kekaisaran Galman saling berperang memperebutkan wilayah. Juzo Okita yang karismatik menaruh kepercayaan besar pada krunya, meski beban tanggung jawab moral sebagai pemimpin sering kali terasa sangat amat berat sekali.
Kehadiran Dessler memberikan dinamika yang unik bagi alur cerita kali ini. Hubungan rumitnya dengan sang protagonis membuat situasi semakin pelik, di mana batas antara kawan dan lawan menjadi kabur seiring dengan intensitas pertempuran yang tak terelakkan.
Setiap keputusan yang diambil akan menentukan nasib miliaran jiwa yang menggantungkan harapan pada keberhasilan misi penyelamatan ini. Apakah para pahlawan angkasa tersebut sanggup bertahan melewati badai kosmik sebelum semuanya terlambat untuk diselamatkan?
Satu tahun pasca kedamaian Bumi, ancaman baru muncul dari Kekaisaran Komet yang kejam. Sebuah entitas kosmik misterius datang menghancurkan segalanya dengan kekuatan tempur yang tak tertandingi. Kehancuran ini memaksa umat manusia untuk kembali bersiap menghadapi perang.
Susumu Kodai, kini menjadi pemimpin yang harus memikul beban berat di pundaknya. Ia merasakan tekanan besar saat harus memanggil kembali kru lamanya. Rasa rindu akan masa damai dan kewajiban membela planet membuat pertempuran batinnya kian terasa intens.
Hubungan romantisnya dengan Yuki Mori menjadi jangkar emosional di tengah kekacauan galaksi. Sang kekasih tetap setia mendampingi sang kapten, meskipun mereka sadar bahwa garis depan adalah tempat yang paling berbahaya bagi cinta mereka berdua saat ini.
Di sisi lain, kehadiran Juzo Okita yang legendaris tetap membayangi setiap keputusan strategis yang diambil. Warisan filosofi kepemimpinan sang mentor menuntut para awak untuk tetap teguh, meski musuh memiliki teknologi yang melampaui logika sains manusia.
Saat armada musuh mendekat, integritas dan keberanian kru diuji dalam situasi genting. Apakah mereka mampu mempertahankan martabat manusia melawan musuh yang tak kenal ampun? Perang epik ini menuntut pengorbanan besar dan ketangguhan mental dari seluruh pejuang.