Di atas awan yang jauh dari dunia manusia, Surga menjadi panggung bagi kisah tragis penuh fantasi epik. Kehidupan tenang di sana perlahan terusik oleh takdir kelam yang mengancam keseimbangan semesta, memaksa para penghuninya menghadapi dilema batin.
Sosok Son Goku, sang bocah misterius dengan kekuatan luar biasa, hadir sebagai pusat perhatian. Ia dirawat dengan penuh kasih sayang oleh Konzen Douji, malaikat sinis yang perlahan belajar memahami arti ikatan emosional yang tulus.
Kehidupan mereka kian berwarna dengan kehadiran Tenpou Gensui yang tenang dan bijaksana, serta Kenren Taishou yang kasar namun setia. Mereka menjalin persahabatan erat, menjadi pelindung satu sama lain di tengah intrik politik istana.
Namun, kedamaian hanyalah ilusi saat bayang-bayang kehancuran mulai mengintai. Mereka terjebak dalam pusaran kekuasaan yang kejam, di mana setiap keputusan yang diambil menuntut pengorbanan besar serta menguji kesetiaan di antara para sahabat ini.
Tragedi yang menanti di depan mata menguji tekad mereka untuk tetap teguh pada pendirian. Melalui konflik batin yang mendalam, mereka harus melawan takdir demi melindungi masa depan yang tampak semakin buram dan penuh dengan kepedihan yang abadi.
Jauh sebelum perjalanan ke barat dimulai, kisah ini membawa kita ke surga yang megah namun dingin. Sebuah prekuel yang sarat akan fantasi gelap dan tragedi, mengeksplorasi asal-usul kelam serta ikatan takdir yang mengikat empat jiwa dalam sebuah rantai nasib yang penuh derita.
Sang protagonis, Konzen Douji, adalah keponakan Dewi Kanzeon yang hidup penuh rasa bosan hingga seorang anak monyet misterius hadir dalam kehidupannya. Kehadiran makhluk kecil ini mengubah dunianya yang kaku, memaksa ia untuk merasakan hangatnya kasih sayang.
Di sisi lain, terdapat Goku, bocah murni yang terjebak dalam kesepian surga, serta Tenpou Gensui yang cerdas dan Kenren Taishou yang tangguh. Persahabatan mereka di antara aturan ketat kahyangan menjadi secercah harapan di tengah badai konspirasi.
Namun, kedamaian semu ini terusik oleh intrik para dewa yang haus kekuasaan. Ketiganya harus berjuang melindungi Goku dari ancaman kehancuran yang dirancang oleh mereka yang duduk di singgasana tinggi, mempertaruhkan segalanya demi menjaga kebebasan sang anak monyet.
Apakah ikatan suci di antara mereka cukup kuat melawan kehendak takdir yang kejam? Menghadapi pengkhianatan dan kehancuran, mereka memilih untuk melawan surga demi melindungi sesuatu yang berharga, mengubah garis waktu menjadi legenda yang penuh air mata dan luka.