Dunia futuristik di mana android yang menyerupai manusia dianggap sebagai objek semata. Di tengah gemerlap kota neon, batasan antara mesin dan perasaan mulai kabur saat sebuah teknologi baru memungkinkan replika merasakan emosi kompleks layaknya manusia biasa.
Ren adalah model replika langka yang tidak memiliki memori masa lalu. Ia hidup tenang sebagai pelayan kafe hingga takdir mempertemukannya dengan Aoi, seorang mahasiswi kesepian yang skeptis terhadap kehangatan hubungan antar sesama manusia.
Hubungan mereka tumbuh lewat percakapan larut malam tentang eksistensi dan arti jiwa. Aoi merasa menemukan kenyamanan pada ketulusan mekanis milik Ren, sementara sang replika mulai mempertanyakan apakah degup jantungnya hanyalah simulasi atau cinta.
Konflik memuncak ketika perusahaan pencipta Ren menyadari adanya anomali emosional pada produk mereka. Mereka berencana melakukan penghapusan data total, mengancam akan melenyapkan semua kenangan berharga yang telah dirajut oleh kedua sosok yang saling jatuh cinta ini.
Apakah sebuah mesin mampu mempertahankan cintanya saat dunia menuntut mereka untuk tunduk pada logika dingin? Perjuangan mereka menjadi bukti bahwa perasaan tidak terbatas pada anatomi biologis, melainkan pada siapa yang membuat hidup terasa bermakna.
Dunia komik profesional sering dianggap glamor, namun realitasnya penuh tekanan tenggat waktu yang mencekik. Serial ini menyajikan komedi situasi yang unik, mengupas keseharian studio manga yang tampak ideal dan penuh tawa, meski menyimpan berbagai keanehan di baliknya.
Di balik layar, Nanoka Kayano berjuang keras menjadi asisten yang diandalkan meski menghadapi berbagai ekspektasi. Ia bekerja di bawah arahan sang mangaka berbakat, yang sering kali membawa dinamika kerja studio ke level yang sangat tidak terduga.
Keseharian mereka dipenuhi dengan interaksi unik bersama Koharu yang penuh energi. Hubungan antara mereka bukan sekadar rekan kerja biasa, melainkan ikatan erat yang terbentuk dari tumpukan naskah, kopi pahit, serta tekanan deadline yang tak pernah berhenti datang.
Konflik batin dan kekonyolan sering kali terjadi saat tekanan pekerjaan mencapai puncaknya. Setiap individu di studio harus menyeimbangkan ambisi artistik dengan kewarasan mental, menciptakan momen-momen lucu yang lahir dari kepribadian mereka yang sangat kontras.
Menghadapi tuntutan industri yang kejam, studio ini membuktikan bahwa tawa adalah senjata terbaik. Tema tentang kerja keras dan persahabatan di ruang sempit ini akan membuat penonton terhibur dengan setiap kekacauan kreatif yang mewarnai kehidupan mereka sehari-hari.