Dunia retail buku ternyata jauh lebih kacau dan penuh drama daripada yang dibayangkan. Lewat pendekatan komedi satir, anime ini mengungkap sisi gelap serta perjuangan hidup para pekerja toko buku di Jepang yang harus menghadapi pelanggan aneh setiap harinya.
Sosok Honda, seorang penjual buku berwujud kerangka, menjadi pusat cerita kita. Sebagai staf yang berdedikasi namun sering kewalahan, ia harus menjaga profesionalisme di tengah hiruk-pikuk rak buku yang tak pernah sepi oleh pengunjung yang ajaib.
Interaksinya dengan rekan kerja unik seperti Okitsune yang selalu menggunakan topeng rubah, menciptakan dinamika kantor yang konyol. Mereka berjuang bersama mengatasi tumpukan stok, komplain pelanggan, hingga situasi yang benar-benar di luar nalar akal sehat.
Konflik muncul saat tekanan pekerjaan mulai menggerus kewarasan sang protagonis. Rabbit Head dan staf lainnya sering terjebak dalam masalah manajemen konyol, yang memaksa mereka untuk tetap tegar meski harus menghadapi ekspektasi pasar yang sangat tinggi.
Kisah ini menyoroti realitas pahit dunia kerja dengan balutan komedi segar. Melalui keseharian yang melelahkan namun lucu ini, penonton diajak melihat dedikasi luar biasa di balik setiap buku yang tersusun rapi di rak toko demi kepuasan pembaca setia.
Sebuah kisah menyentuh tentang duka, keberanian, dan pertumbuhan diri dalam balutan suasana penginapan tradisional Jepang. Kehidupan mendadak berubah drastis saat takdir membawa seorang anak harus menghadapi kehilangan besar dan memulai petualangan baru yang tidak terduga.
Oriko Seki adalah gadis ceria yang terpaksa pindah ke pedesaan untuk tinggal bersama neneknya. Di sana, ia harus belajar mengelola penginapan tua yang penuh dengan misteri serta tamu-tamu unik yang membawa cerita kehidupan yang sangat beragam dan penuh warna.
Kehadiran Makoto Tachiuri, sosok hantu ramah yang hanya bisa dilihat olehnya, menjadi teman sekaligus pendukung setia. Pertemuan tak terduga ini membantu gadis cilik itu menavigasi tanggung jawab berat sebagai pemilik penginapan sambil tetap menjaga semangat masa kecilnya.
Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat ia berinteraksi dengan Miyo Akino, sosok kompetitor yang membuat situasi semakin rumit. Persaingan ini bukan sekadar soal bisnis, melainkan ujian bagi ketulusan hati dan kemampuan sang gadis dalam melayani tamu dengan sepenuh jiwa.
Dalam upaya membuktikan kemampuannya sebagai pengelola hotel, ia harus menghadapi trauma masa lalu yang masih membayangi. Di tengah hiruk-pikuk penginapan, ia belajar bahwa pelayanan terbaik datang dari rasa empati mendalam bagi siapapun yang datang mencari tempat berteduh.