Dunia fantasi penuh sihir kelam kini berubah drastis berkat jalinan asmara yang tak terduga. Di tengah ancaman monster mengerikan, komedi romantis ini membawa premis unik tentang dua sejoli yang mencoba menyeimbangkan kehidupan cinta dengan takdir dunia.
Ren adalah pemuda biasa yang harus beradaptasi setelah menjalin hubungan dengan sosok wanita paling ditakuti. Meski terlihat sangat menakutkan bagi orang awam, di balik kekuatannya, dia sebenarnya hanyalah gadis yang mendambakan kasih sayang.
Sang pemanggil iblis legendaris, Alistair, memegang kendali atas kegelapan demi melindungi sang kekasih. Konflik muncul karena rasa cemburu dan sifatnya yang posesif sering kali membuat situasi kacau, mengubah suasana mencekam menjadi momen lucu.
Kehidupan mereka berdua dipenuhi dengan kekacauan magis serta kesalahpahaman konyol yang tak terelakkan. Mereka berjuang mempertahankan ikatan batin meski banyak pihak mencoba memisahkan pasangan yang dianggap sebagai kutukan bagi stabilitas kerajaan ini.
Apakah cinta mereka mampu bertahan di tengah peperangan besar yang mengancam kehancuran? Tekanan dari musuh dan ekspektasi publik terus menguji kesetiaan mereka, membuktikan bahwa bahkan seorang penyihir hitam pun bisa jatuh cinta dengan tulus hati.
Dunia musik yang penuh warna tiba-tiba terguncang ketika sebuah fenomena misterius mengubah keseharian para gadis band. Kehidupan sekolah yang tenang kini berubah menjadi ajang kompetisi penuh ritme di mana harmoni dan kekacauan bersatu dalam satu panggung.
Semuanya berpusat pada Kasumi Toyama, seorang gadis optimis yang harus berjuang menyatukan teman-temannya di tengah tekanan kompetisi. Kehadiran Ran Mitake yang dingin namun berbakat justru menjadi tantangan besar dalam membangun kerja sama tim.
Ketegangan meningkat saat Aya Maruyama berusaha menjaga citra bandnya, sementara ego yang berbenturan membuat hubungan mereka semakin retak. Persaingan yang tak terelakkan memaksa mereka mempertanyakan arti sebenarnya dari sebuah dedikasi musik yang tulus.
Di sisi lain, Yukina Minato tetap teguh mengejar kesempurnaan vokal, menekan rekan-rekannya hingga batas maksimal. Perbedaan visi ini menciptakan jurang pemisah yang lebar, menguji kesetiaan dan ikatan persahabatan mereka di depan sorotan lampu yang sangat terang.
Kini, mereka harus mencari resonansi jiwa di balik melodi yang rumit sebelum segalanya terlambat. Apakah mereka mampu menyelaraskan perbedaan dan menemukan kunci sukses, ataukah ambisi pribadi akan menghancurkan impian yang telah mereka bangun dengan susah payah?