Abis pertempuran hidup-mati di Kota Air Priestella, Subaru dan teman-temannya emang menang, tapi bayarannya mahal banget. Gara-gara kekuatan "Keserakahan" (Gluttony), Rem koma nggak bangun-bangun, ingatan Crusch habis dimakan, sampai-sampai nama Julius pun dilupain sama semua orang. Pas lagi pusing nyari cara buat nyelametin mereka, Subaru denger rumor tentang si "Bijak" Shaula—sosok serba tahu yang katanya punya segala macam ilmu.
Tujuan Subaru selanjutnya adalah Menara Pengawas Pleiades, tempat tinggal si Bijak yang ada di ujung gurun pasir misterius bernama Bukit Pasir Auguria. Tempat ini bahaya banget, bahkan Reinhard si "Ksatria Pedang" paling sakti aja pernah gagal nembus ke sana. Gurunnya ekstrem, banyak monster sihir aneh, pokoknya isinya bahaya maut semua, deh.
Tapi demi mengembalikan apa yang udah hilang, Subaru bareng teman-temannya nekat berangkat dan mempertaruhkan nyawa mereka sekali lagi buat nerobos gurun maut tersebut. Perjalanan epik mereka pun dimulai!
Abis baikan sama Dr. Xeno, impian lama Senkuu Ishigami buat bikin misi luar angkasa ke Bulan akhirnya selangkah lagi beneran terwujud! Sementara Dr. Xeno mulai sibuk ngerancang dan ngebangun mesin roketnya, tim Senkuu terus gas pol keliling berbagai benua dan samudra demi nyari sumber daya penting. Nggak cuma nyari bahan baku, mereka juga sekalian ngebangun infrastruktur rahasia dan membangkitkan seluruh populasi manusia yang masih membatu.
Di sisi lain, sosok misterius "Whyman" masih setia menebar teror dan mengawasi bumi dari kegelapan Bulan. Tapi dengan bersatunya kekuatan dan kejeniusan umat manusia saat ini, tinggal nunggu waktu aja sampai roket mereka kelar buat nyamperin si bos misterius itu.
Senkuu dan kawan-kawan udah siap buat baku hantam langsung sama Whyman demi nyari tahu jawaban dari semua misteri pembatuan yang udah bikin manusia pusing selama berabad-abad. Perjalanan menuju luar angkasa pun dimulai, ini bakal jadi misi paling ber-sains dalam sejarah!
Semenjak ayahnya meninggal, Tanjirou Kamado harus nanggung beban buat ngidupin keluarganya sendirian. Walaupun hidup susah di gunung terpencil, keluarga Kamado tetap bisa ngerasain hidup yang damai dan bahagia. Suatu hari, Tanjirou mutusin buat turun ke desa buat jualan arang biar dapet duit tambahan. Pas lagi perjalanan balik, hari udah malem, akhirnya Tanjirou terpaksa nginep di rumah orang asing yang ngingetin dia soal iblis pemakan manusia yang suka berkeliaran di hutan pas malam hari.
Pas nyampe rumah besoknya, dia malah ngeliat pemandangan yang ngeri banget—seluruh keluarganya udah dibantai. Yang lebih parah lagi, satu-satunya yang selamat cuma adiknya, Nezuko, tapi dia udah berubah jadi iblis yang haus darah. Karena marah dan dendam banget, Tanjirou bersumpah buat bales dendam atas kematian keluarganya dan bakal terus nemenin satu-satunya adik yang dia punya.
Dibantu sama kelompok misterius yang nyebut diri mereka Korps Pembasmi Iblis, Tanjirou bakal ngelakuin apa aja buat ngebantai para iblis dan berusaha ngembaliin sisi manusia adiknya yang tersisa.
Dunia shogi yang keras kembali menuntut ketangguhan mental bagi Rei Kiriyama. Musim kedua ini menggali lebih dalam sisi emosional sang jenius yang kesepian, saat ia berjuang menjaga keseimbangan hidup antara ambisi profesional dan kehangatan hati.
Kehadiran tiga bersaudara Kawamoto, yakni Akari, Hinata, dan Momo, menjadi pelabuhan bagi Rei. Ikatan kekeluargaan mereka memberikan warna baru di tengah dinginnya persaingan papan catur yang penuh tekanan dan ambisi besar.
Konflik memuncak saat Hinata menghadapi ujian berat di sekolah yang menguji moralitas dan keberaniannya. Rei berusaha memberikan dukungan terbaik, namun ia pun menyadari keterbatasan dirinya dalam melindungi orang yang paling ia sayangi di dunia.
Sosok Kai Shimada dan rival lainnya terus memacu Rei untuk tumbuh melampaui batas kemampuannya. Pertarungan di atas papan shogi bukan sekadar strategi, melainkan cerminan dari pergulatan batin serta pencarian makna hidup yang selama ini terasa hampa.
Musim ini mengeksplorasi tema empati, ketangguhan, dan kedewasaan dengan sangat menyentuh. Rei perlahan belajar bahwa meski ia hidup dalam kesendirian, ada benang kasih sayang yang menghubungkannya dengan orang lain di tengah badai kehidupan yang keras.