Berlatar di pulau Shikotan pasca Perang Dunia II, drama sejarah ini menangkap getirnya kehidupan saat batas wilayah berubah secara tiba-tiba. Keadaan damai yang awalnya dirasakan warga harus terusik oleh kedatangan tentara pendudukan yang menguasai rumah penduduk.
Dua bersaudara, Junpei dan adiknya Kanta, harus menghadapi kenyataan pahit saat pulau mereka diduduki. Mereka berusaha bertahan hidup sembari menjaga harapan, meskipun dunianya perlahan hancur karena tekanan politik yang tidak mereka mengerti sama sekali.
Konflik memuncak saat Tatsuo, ayah mereka yang tegas, berjuang melindungi keluarganya di tengah intimidasi pihak asing. Di sisi lain, sebuah persahabatan tak terduga muncul antara anak-anak lokal dengan Tanya, putri dari komandan pasukan yang baru datang itu.
Hubungan mereka diuji oleh perbedaan budaya dan bahasa, namun ketulusan hati berhasil menjembatani jurang pemisah. Mereka mencoba menemukan keceriaan di antara reruntuhan, berbagi impian di tengah ancaman pengusiran paksa yang terus menghantui setiap langkah kaki mereka.
Kisah ini menyentuh sisi kemanusiaan saat batas negara mulai memisahkan hati dan masa depan. Dengan latar tragedi yang memilukan, mereka berpegang teguh pada janji dan ingatan indah untuk menghadapi takdir yang kejam di pulau yang sedang diperebutkan oleh banyak pihak.