Buat Kenma Kozume, voli itu nggak pernah terasa seru atau bikin deg-degan; baginya, itu cuma sesuatu yang kebetulan dia jago. Tapi sekarang, tim voli SMA Nekoma udah lolos ke Turnamen Musim Semi dan siap buat tanding lawan rival bebuyutan mereka, Karasuno. Sekarang, Kenma harus memutar otak buat menganalisis tim yang paling bikin pusing dan ulet itu demi membawa Nekoma meraih kemenangan.
Ditambah lagi, dia bakal main lawan temannya sendiri, Shouyou Hinata, si middle blocker Karasuno yang badannya mungil tapi kemampuannya gila banget. Karasuno emang belum pernah bisa menang lawan Nekoma di pertandingan latihan. Meski begitu, walau biasanya dia orangnya masa bodoh, Kenma ngerasa ada rasa antusias yang muncul pas bayangin bakal ketemu Karasuno di laga resmi yang taruhannya gede banget dan nggak bisa diulang.
Buat bisa melaju ke semifinal dan balikin kejayaan tim mereka, Karasuno harus cari cara buat menembus strategi brilian Kenma dan ngalahin Nekoma di kandang mereka sendiri.
Yuki Itose adalah seorang mahasiswi tuna rungu yang sejak lahir hidup dalam dunia tanpa suara. Kesehariannya bertumpu pada bahasa isyarat, membaca gerak bibir, dan komunikasi lewat teks di ponselnya. Walaupun punya keterbatasan, Yuki tumbuh menjadi sosok gadis yang ceria, mandiri, dan menjalani kehidupan kuliahnya yang tenang dengan penuh warna bersama sahabat dekatnya.
Kehidupan Yuki yang tenang mendadak berubah manis saat ia bertemu dengan Itsuomi Nagi di dalam kereta. Itsuomi adalah senior di kampusnya yang hobi traveling ke berbagai negara dan menguasai banyak bahasa asing. Pertemuan pertama mereka terasa begitu membekas karena Itsuomi sama sekali tidak memperlakukan Yuki dengan rasa kasihan, melainkan memperlakukannya dengan wajar, penuh rasa ingin tahu, dan rasa hormat yang tulus.
Itsuomi yang terbiasa berinteraksi dengan berbagai budaya di dunia justru merasa tertarik untuk menjelajahi "dunia" milik Yuki yang sunyi namun indah. Ia mulai belajar bahasa isyarat demi bisa berkomunikasi lebih dekat dengan Yuki. Di sisi lain, kehadiran Itsuomi yang hangat dan berani perlahan-lahan membawa warna baru serta memperluas cakrawala dunia Yuki yang sebelumnya terasa terbatas.
Yubisaki to Renren menyajikan kisah romance yang sangat dewasa, lembut, dan bikin hati hangat tanpa perlu drama yang berlebihan. Dengan visual yang super estetik, ekspresi karakter yang detail, dan penggambaran komunikasi non-verbal yang begitu indah, anime ini sukses bikin penonton senyum-senyum sendiri dan tersentuh di setiap episodenya!
Grace Field House itu dikelilingi hutan dan punya gerbang yang dijaga ketat. Di sana, anak-anak yatim piatu hidup bareng dengan bahagia layaknya keluarga besar, di bawah asuhan 'Mama' mereka, Isabella. Meski tiap hari harus ngerjain tes, mereka bebas mau ngapain aja, biasanya sih main di luar, asal nggak boleh pergi jauh-jauh dari panti—aturan yang harus dipatuhi tanpa alasan. Tapi, semua kesenangan itu nggak bertahan lama, soalnya setiap beberapa bulan, bakal ada anak yang diadopsi dan pergi ninggalin panti, terus habis itu nggak ada kabar lagi.
Nah, tiga anak tertua di sana mulai curiga sama apa yang sebenernya terjadi di panti asuhan itu. Mereka pun perlahan mulai membongkar nasib kejam yang menanti anak-anak di Grace Field, termasuk fakta mengerikan di balik sifat baik Mama kesayangan mereka itu.
Kenyataan pahit yang mereka temukan ini bakal mengubah hidup mereka selamanya dan memaksa mereka buat berjuang demi bertahan hidup.
Abis berhasil menang dramatis melawan SMA Aoba Jousai, SMA Karasuno—yang dulunya sempat diejek sebagai "raksasa yang jatuh" atau "gagak yang gak bisa terbang"—akhirnya sukses melaju ke babak final Turnamen Musim Semi. Tapi, langkah mereka buat bisa dapet tiket ke turnamen nasional bener-bener dihadang tembok raksasa. Karasuno kudu wajib mengalahkan sekolah unggulan nomor satu, Akademi Shiratorizawa, yang terkenal sebagai raja terakhir di prefektur mereka.
Rintangan paling mematikan buat Karasuno adalah ace andalan Shiratorizawa, Wakatoshi Ushijima. Cowok ini bukan cuma pemain nomor satu di Prefektur Miyagi, tapi juga masuk dalam jajaran tiga besar ace terbaik di seluruh Jepang yang pukulannya setara monster. Cuma tim terkuat yang bisa lolos ke tingkat nasional, dan karena laga ini adalah kesempatan terakhir bagi anak-anak kelas tiga buat main di nasional, Karasuno gak punya pilihan selain ngeluarin semua modal teknik yang udah mereka pelajari selama kamp pelatihan kemarin.
Baku hantam di lapangan voli ini dipastikan bakal berjalan super menegangkan, penuh tensi, sekaligus bikin merinding. Berbekal kombinasi serangan cepat Hinata-Kageyama dan pertahanan solid yang digalang Tsukishima, Karasuno bakal berjuang mati-matian buat menumbangkan sang raja. Pertempuran antara sang gagak melawan burung elang putih pun resmi dimulai!