Kebuntuan selama 150 tahun antara dua kekuatan besar antariksa, Kekaisaran Galaksi dan Aliansi Planet Bebas, akhirnya pecah saat muncul pemimpin generasi baru: si jenius militer yang idealis, Reinhard von Lohengramm, dan sejarawan pendiam dari pihak Aliansi, Yang Wenli.
Sambil merintis karier di Kekaisaran bareng sahabat masa kecilnya, Siegfried Kircheis, Reinhard nggak cuma harus perang, tapi juga mesti ngelawan sisa-sisa Dinasti Goldenbaum yang bobrok demi bebasin kakaknya dari cengkeraman Kaiser dan menyatukan umat manusia di bawah satu pemimpin yang tulus.
Di sisi lain galaksi, Yang—yang teguh banget sama nilai demokrasi—harus tetap konsisten sama prinsipnya meski Aliansi lagi terpuruk, sambil nunjukin ke muridnya, Julian Mintz, kalau otokrasi itu bukan jalan keluarnya. Saat ideologi mereka bentrok di tengah banyaknya korban perang, dua ahli strategi ini harus mikir lagi, sebenarnya apa sih alasan di balik pertarungan mereka?
Tomoya Okazaki dan Nagisa Furukawa akhirnya lulus SMA, dan bareng-bareng mereka ngerasain gimana serunya sekaligus emosionalnya masa-masa pendewasaan. Karena Tomoya sempat bingung nentuin masa depan, dia akhirnya belajar pentingnya kerja keras dan ngerasain banget dukungan dari Nagisa. Berkat dedikasi dan kekompakan mereka, pasangan ini terus berjuang buat ngadepin masalah masing-masing, makin akrab sama teman-teman lama, sekaligus ngebangun hubungan baru.
Waktu juga terus berjalan di Dunia Ilusi. Pas padang rumput mulai kerasa dingin gara-gara musim dingin yang datang, Gadis Ilusi dan Boneka Sampah dihadapkan sama situasi sulit yang akhirnya ngebuka rahasia tentang tujuan asli dunia tersebut.
Perjalanan mereka berdua bener-bener jadi ujian buat hati, nunjukin kalau setiap perjuangan, entah itu di dunia nyata atau dunia fantasi, punya makna mendalam yang bakal ngebentuk masa depan mereka selamanya.