Semenjak ayahnya meninggal, Tanjirou Kamado harus nanggung beban buat ngidupin keluarganya sendirian. Walaupun hidup susah di gunung terpencil, keluarga Kamado tetap bisa ngerasain hidup yang damai dan bahagia. Suatu hari, Tanjirou mutusin buat turun ke desa buat jualan arang biar dapet duit tambahan. Pas lagi perjalanan balik, hari udah malem, akhirnya Tanjirou terpaksa nginep di rumah orang asing yang ngingetin dia soal iblis pemakan manusia yang suka berkeliaran di hutan pas malam hari.
Pas nyampe rumah besoknya, dia malah ngeliat pemandangan yang ngeri banget—seluruh keluarganya udah dibantai. Yang lebih parah lagi, satu-satunya yang selamat cuma adiknya, Nezuko, tapi dia udah berubah jadi iblis yang haus darah. Karena marah dan dendam banget, Tanjirou bersumpah buat bales dendam atas kematian keluarganya dan bakal terus nemenin satu-satunya adik yang dia punya.
Dibantu sama kelompok misterius yang nyebut diri mereka Korps Pembasmi Iblis, Tanjirou bakal ngelakuin apa aja buat ngebantai para iblis dan berusaha ngembaliin sisi manusia adiknya yang tersisa.
Kebuntuan selama 150 tahun antara dua kekuatan besar antariksa, Kekaisaran Galaksi dan Aliansi Planet Bebas, akhirnya pecah saat muncul pemimpin generasi baru: si jenius militer yang idealis, Reinhard von Lohengramm, dan sejarawan pendiam dari pihak Aliansi, Yang Wenli.
Sambil merintis karier di Kekaisaran bareng sahabat masa kecilnya, Siegfried Kircheis, Reinhard nggak cuma harus perang, tapi juga mesti ngelawan sisa-sisa Dinasti Goldenbaum yang bobrok demi bebasin kakaknya dari cengkeraman Kaiser dan menyatukan umat manusia di bawah satu pemimpin yang tulus.
Di sisi lain galaksi, Yang—yang teguh banget sama nilai demokrasi—harus tetap konsisten sama prinsipnya meski Aliansi lagi terpuruk, sambil nunjukin ke muridnya, Julian Mintz, kalau otokrasi itu bukan jalan keluarnya. Saat ideologi mereka bentrok di tengah banyaknya korban perang, dua ahli strategi ini harus mikir lagi, sebenarnya apa sih alasan di balik pertarungan mereka?