
Producers:
WOWOW, Asmik Ace, Tohokushinsha Film Corporation, Techno Sound, Chaos Union
Awas! bisa jadi spoiler
Sebuah teror psikologis menyelimuti Tokyo saat penduduknya mulai dihantui oleh sosok penyerang misterius bersepatu roda emas. Ketakutan massal menyebar cepat setelah serangkaian serangan brutal terjadi, membuat warga terjebak dalam delusi dan kecemasan mendalam.
Kondisi ini bermula dari tekanan hidup sang desainer boneka populer, Tsukiko Sagi, yang merasa depresi. Tekanan ini perlahan menyeret banyak orang ke dalam labirin mental yang rumit, di mana batasan antara kenyataan dan khayalan menjadi semakin tipis.
Dua detektif, Keiichi Ikari dan Mitsuhiro Maniwa, berusaha mengungkap identitas pelaku di tengah kegilaan kota. Mereka menyelidiki kaitan aneh antara korban, mengungkap trauma masa lalu yang terkubur dalam-dalam di benak setiap individu yang terlibat.
Di sisi lain, seorang bocah nakal bernama Shonen Bat muncul sebagai simbol pelarian dari tanggung jawab bagi orang-orang yang putus asa. Sosok misterius ini hadir layaknya penyelamat gelap yang menawarkan kebebasan dari beban hidup yang sangat menyesakkan.
Ketegangan meningkat saat pola serangan semakin sulit dipahami oleh pihak berwajib. Setiap orang kini harus berhadapan dengan kegelapan pikiran mereka sendiri, sementara misteri di balik serangan tersebut mulai mengancam stabilitas mental seluruh penduduk kota.
Detektif tua yang terjepit antara idealisme masa lalu dan dunia modern yang makin kacau. Keiichi Ikari berusaha mengungkap misteri Shonen Bat di tengah krisis hidupnya.
VA: Shouzou Iizuka
Detektif yang awalnya skeptis tapi malah terobsesi dengan kasus Shonen Bat sampai kehilangan kewarasannya. Sosok yang terjebak di antara kenyataan dan delusi.
VA: Toshihiko Seki
Tsukiko Sagi adalah ilustrator pemalu yang terjebak dalam delusi setelah menciptakan karakter Maromi, yang kemudian memicu teror Shonen Bat di kota Tokyo.
VA: Mamiko Noto
Shounen Bat adalah sosok misterius bersenjata tongkat baseball yang muncul sebagai pelarian bagi orang-orang stres di Tokyo. Apakah dia pahlawan atau teror nyata?