Abis pertempuran hidup-mati di Kota Air Priestella, Subaru dan teman-temannya emang menang, tapi bayarannya mahal banget. Gara-gara kekuatan "Keserakahan" (Gluttony), Rem koma nggak bangun-bangun, ingatan Crusch habis dimakan, sampai-sampai nama Julius pun dilupain sama semua orang. Pas lagi pusing nyari cara buat nyelametin mereka, Subaru denger rumor tentang si "Bijak" Shaula—sosok serba tahu yang katanya punya segala macam ilmu.
Tujuan Subaru selanjutnya adalah Menara Pengawas Pleiades, tempat tinggal si Bijak yang ada di ujung gurun pasir misterius bernama Bukit Pasir Auguria. Tempat ini bahaya banget, bahkan Reinhard si "Ksatria Pedang" paling sakti aja pernah gagal nembus ke sana. Gurunnya ekstrem, banyak monster sihir aneh, pokoknya isinya bahaya maut semua, deh.
Tapi demi mengembalikan apa yang udah hilang, Subaru bareng teman-temannya nekat berangkat dan mempertaruhkan nyawa mereka sekali lagi buat nerobos gurun maut tersebut. Perjalanan epik mereka pun dimulai!
Classroom of the Elite 4th Season: Second Year, First Semester
16 Episode 7
Sinopsis
Begitu Kiyotaka Ayanokouji dan anak-anak Kelas D resmi naik ke kelas dua di SMA Advanced Nurturing, mereka langsung disambut sama ujian spesial baru yang ribet. Kali ini, setiap murid kelas dua diwajibkan buat bikin tim berpasangan sama anak kelas satu buat ngerjain ujian tertulis. Kelihatannya sih simpel, tapi poin gabungan mereka harus mencapai target tertentu kalau nggak mau kena penalti super berat alias dikeluarkan dari sekolah!
Alhasil, semua orang langsung rebutan nyari adek kelas yang pinter akademik. Di tengah kesibukan Kelas D nyari partner ideal, Ayanokouji juga lagi ngadepin ancaman yang taruhannya nyawa. Fasilitas rahasia tempat dia dibesarkan dulu, White Room, ternyata diam-diam udah ngirim satu anak jenius lagi buat masuk ke sekolah itu.
Misi si anak baru ini cuma satu: bikin Ayanokouji didepak dari sekolah secepatnya. Melihat situasi yang makin genting, Ayanokouji pun mulai nyusun rencana-rencana masterminds-nya lagi di balik layar. Kali ini, dia harus ekstra waspada karena musuh yang datang bukan cuma dari rival kelas lamanya, tapi juga dari musuh baru yang siap menusuk dari belakang!
Ada seekor makhluk mirip cumi-cumi bernama Happian yang mutusin buat pergi dari planet asalnya demi satu misi mulia: menyebarkan kebahagiaan ke seluruh alam semesta. Pas mendarat di Bumi, alien polos ini malah langsung apes dan hampir aja ditangkap sama manusia. Untungnya, dia diselamatkan oleh seorang anak SD yang gak pernah senyum bernama Shizuka Kuze. Shizuka ngasih dia makan dan ngasih nama panggilan imut: Takopii. Merasa berutang budi, Takopii langsung bertekad bakal ngelakuin apa aja pakai kekuatan ajaibnya demi bisa bikin Shizuka tersenyum lagi.
Tapi ternyata, misi bikin Shizuka senyum itu susahnya minta ampun dan jauh dari kata indah. Shizuka ini hidupnya menderita banget: dia jadi korban bullying brutal sama temen sekelasnya, gak punya sosok ayah, dan ibunya selalu sibuk kerja sampai gak pernah pulang—meskipun skala kegelapan dari masalah-masalah ini awalnya sama sekali gak dipahamin sama Takopii yang kelewat naif. Untungnya, Shizuka masih punya satu-satunya sumber kebahagiaan di dunia ini, yaitu anjing peliharaannya yang setia bernama Chappy.
Melihat kedekatan Shizuka dan Chappy, Takopii makin ngebet pengen bikin anak itu bahagia. Masalahnya, karena Takopii gak paham sama sekali soal kompleksitas emosi dan kejamnya dunia manusia, setiap gadget ajaib yang dia kasih ke Shizuka buat nyelesaiin masalah malah selalu berujung jadi blunder besar dengan konsekuensi yang mengerikan dan berdarah-darah! Takopii pun terpaksa harus belajar memahami sisi kelam manusia secara instan menggunakan tentakelnya sendiri demi menyelamatkan hidup Shizuka.