Attack on Titan: Final Season - The Final Chapters
2 Episode
Sinopsis
Gara-gara aksi Rumbling Eren Yeager yang mau meratakan dunia, teman-teman lama dan mantan musuhnya terpaksa harus nurunin ego buat bikin aliansi darurat. Armin, Mikasa, dan sisa-sisa anggota Pasukan Penyelidik akhirnya mutusin buat kerja sama bareng Reiner Braun serta sisa militer Marley yang masih hidup. Meski modal pasukan seadanya, aliansi gabungan ini nekat berangkat demi menghentikan genosida ekstrem si Eren, sambil tetep berharap—kalau bisa—buat nyelametin sahabat masa kecil mereka itu.
Di sisi lain, Eren yang terus maju nembus apa aja sebenernya lagi perang batin sama dirinya sendiri. Walaupun ngerasa nyesel dan bersalah setengah mati karena udah ngebantai jutaan orang gak berdosa, Eren tetep percaya kalau jalan horor ini adalah satu-satunya cara buat ngelindungin teman-temannya, dan dalam skala lebih gede, demi menyelamatkan seluruh bangsa Paradis dari kepunahan.
Sekarang, kedua kubu yang dulunya satu sirkel ini bergerak menuju bentrokan final yang bakal nentuin nasib umat manusia. Biarpun harus ngadepin ribuan Titan kuno yang kekuatannya gak ngotak, Mikasa, Armin, dan aliansinya tetep pasang badan di garis depan demi menghentikan kiamat buatan Eren!
Setelah ayahnya meninggal dan desanya hancur diserang pasukan Inggris, Einar cuma pengin hidup tenang bareng keluarganya di ladang yang baru mereka bangun lagi. Tapi nasib berkata lain, desanya diserang lagi. Einar cuma bisa pasrah ngelihat desa dan keluarganya dibantai sama tentara Denmark. Akhirnya, dia ditangkap dan dibawa ke Denmark buat jadi budak.
Einar terus megang teguh pesan terakhir ibunya supaya bisa bertahan hidup. Dia akhirnya dibeli sama Ketil, seorang juragan tanah sekaligus pemilik budak yang baik hati. Ketil janjiin Einar bisa bebas asal dia mau kerja keras di ladang. Di sana, Einar ketemu teman kerjanya, Thorfinn, seorang budak yang kelihatan murung dan depresi banget.
Sambil berjuang bareng demi kebebasan, mereka berdua terus dihantui sama dosa masa lalu dan berbagai siasat licik di sekitar mereka. Meski begitu, mereka tetap lanjutin hidup, nyoba ngejar secercah harapan, pengampunan, dan kedamaian di tengah dunia yang kejam dan nggak adil ini.