Setelah ayahnya meninggal dan desanya hancur diserang pasukan Inggris, Einar cuma pengin hidup tenang bareng keluarganya di ladang yang baru mereka bangun lagi. Tapi nasib berkata lain, desanya diserang lagi. Einar cuma bisa pasrah ngelihat desa dan keluarganya dibantai sama tentara Denmark. Akhirnya, dia ditangkap dan dibawa ke Denmark buat jadi budak.
Einar terus megang teguh pesan terakhir ibunya supaya bisa bertahan hidup. Dia akhirnya dibeli sama Ketil, seorang juragan tanah sekaligus pemilik budak yang baik hati. Ketil janjiin Einar bisa bebas asal dia mau kerja keras di ladang. Di sana, Einar ketemu teman kerjanya, Thorfinn, seorang budak yang kelihatan murung dan depresi banget.
Sambil berjuang bareng demi kebebasan, mereka berdua terus dihantui sama dosa masa lalu dan berbagai siasat licik di sekitar mereka. Meski begitu, mereka tetap lanjutin hidup, nyoba ngejar secercah harapan, pengampunan, dan kedamaian di tengah dunia yang kejam dan nggak adil ini.
Kaguya-sama: Love is War -The First Kiss That Never Ends-
1
Sinopsis
Musim dingin yang dingin menyelimuti Akademi Shuchiin, membawa perubahan suasana bagi para anggota OSIS. Setelah insiden festival budaya yang mengguncang hati, ketegangan romantis kini mencapai titik didih. Komedi romantis penuh taktik ini berubah menjadi drama emosional yang jauh lebih intens dan sangat jujur.
Kaguya Shinomiya terjebak dalam kebingungan batin setelah sebuah ciuman yang tak terduga memicu gejolak perasaan yang tak bisa lagi disembunyikan. Ia mencoba mempertahankan martabatnya, namun egonya kini bersaing ketat dengan hasrat yang mendalam di dalam lubuk hatinya.
Sementara itu, Miyuki Shirogane berusaha memahami makna di balik momen intim mereka. Sebagai ketua OSIS yang perfeksionis, ia berjuang menghadapi kerentanan pribadinya sendiri. Tekanan untuk menjadi sempurna membuat komunikasinya dengan sang pujaan hati menjadi sangat rumit.
Kehadiran Chika Fujiwara serta kawan-kawan lainnya tetap memberikan warna ceria di tengah konflik psikologis yang memanas. Namun, dinamika antara dua pemimpin yang saling menyukai ini mulai melampaui sekadar permainan cinta biasa menuju tahap komitmen yang lebih nyata.
Menghadapi kenyataan tentang perasaan masing-masing, mereka harus memilih antara mempertahankan harga diri atau meruntuhkan dinding pertahanan diri. Apakah keberanian untuk mengakui cinta akan menang, atau justru keraguan akan menghancurkan hubungan yang telah mereka bangun?