Berlatar di Hokkaido yang dingin, perburuan emas suku Ainu berlanjut dengan intensitas tinggi. Musim kedua ini menyajikan aksi bertahan hidup yang brutal dan penuh strategi di tengah alam liar, sambil mengungkap konspirasi kelam yang tersimpan rapi.
Sugimoto sang prajurit abadi terus melangkah demi janji masa lalunya. Dia bekerja sama dengan Asirpa, gadis Ainu yang tangguh dan cerdas, untuk mengumpulkan potongan kulit tato yang menjadi peta harta karun misterius yang sangat berharga.
Hubungan mereka yang unik diuji oleh berbagai ancaman dari faksi lain. Hijikata, sosok legendaris yang licik, turut terjun dalam pertarungan mematikan ini dengan ambisi pribadinya sendiri, membawa konflik internal yang semakin kompleks dan tak terduga.
Di sisi lain, Ogata si penembak jitu yang dingin terus membayangi mereka dengan motif yang abu-abu. Persaingan antar kelompok pemburu emas ini memicu ketegangan psikologis, di mana loyalitas bisa berubah sewaktu-waktu demi ambisi emas yang menggoda.
Ketegangan memuncak saat mereka menghadapi musuh di lingkungan ekstrem. Tema kesetiaan, nilai kemanusiaan, serta sisi gelap sejarah Jepang beradu dalam perjalanan panjang yang menantang maut, memaksa tiap individu untuk bertahan atau hancur di tengah salju.