Intrik politik istana kembali memanas dalam balutan misteri medis yang memikat. Di tengah kemegahan kediaman kekaisaran, rahasia kelam mulai tersingkap, menguji ketajaman pikiran dan keberanian tokoh utama kita dalam mengungkap kebenaran yang tersembunyi rapat.
Maomao, sang apoteker jenius yang skeptis, kini harus menavigasi bahaya yang lebih besar. Dengan sifat eksentriknya yang gila obat, ia terjebak dalam pusaran konspirasi yang mengancam stabilitas istana serta keselamatan orang-orang di dekatnya.
Hubungan antara Maomao dan Jinshi semakin kompleks dan penuh teka-teki. Sang kasim tampan tersebut terus memanipulasi situasi demi tujuannya, sementara Maomao mencoba menjaga jarak meski rasa ingin tahunya justru menyeretnya lebih dalam.
Konflik batin dan tekanan kekuasaan memaksa Maomao berhadapan dengan musuh-musuh baru yang tak terduga. Ia harus memutar otak, menggabungkan pengetahuan farmasi dengan intuisi tajam demi menyelamatkan diri sekaligus mengungkap plot busuk di balik takhta.
Drama sejarah ini mengeksplorasi batas antara loyalitas, obsesi, dan keadilan di lingkungan yang penuh topeng. Akankah kecerdasan Maomao cukup untuk menuntaskan teka-teki berbahaya ini sebelum istana benar-benar runtuh akibat dendam yang membara?
Momo Ayase, cewek SMA populer yang lagi galau berat abis putus cinta, iseng-iseng bantuin cowok kuper di sekolahnya yang namanya Ken Takakura dari serbuan para bully. Eh, si Ken malah salah paham. Dia mengira Momo mau diajak temenan gara-gara punya hobi yang sama: terobsesi sama alien dan UFO. Padahal, Momo itu fannya hal-hal gaib kayak hantu atau kutukan, dan dia sama sekali nggak percaya sama alien.
Akhirnya, mereka berdua malah debat dan taruhan demi ngebuktiin teori siapa yang paling benar. Meskipun awalnya hobi berantem karena beda sekte keyakinan, Momo dan Ken malah jadi makin dekat. Hubungan mereka makin kompak setelah kejebak di berbagai pertempuran supernatural dan ketemu macam-macam hantu urban legenda yang aneh banget.
Apalagi pas mereka berdua mendadak dapet kekuatan super yang unik, mereka mau nggak mau harus saling melengkapi biar bisa selamat. Dari yang tadinya cuma rekan kerja bareng buat bertahan hidup, lama-lama mereka mulai mikir: "Ini kita cuma sekadar partner operasional, atau ada rasa yang tertinggal, ya?"