Buat Kenma Kozume, voli itu nggak pernah terasa seru atau bikin deg-degan; baginya, itu cuma sesuatu yang kebetulan dia jago. Tapi sekarang, tim voli SMA Nekoma udah lolos ke Turnamen Musim Semi dan siap buat tanding lawan rival bebuyutan mereka, Karasuno. Sekarang, Kenma harus memutar otak buat menganalisis tim yang paling bikin pusing dan ulet itu demi membawa Nekoma meraih kemenangan.
Ditambah lagi, dia bakal main lawan temannya sendiri, Shouyou Hinata, si middle blocker Karasuno yang badannya mungil tapi kemampuannya gila banget. Karasuno emang belum pernah bisa menang lawan Nekoma di pertandingan latihan. Meski begitu, walau biasanya dia orangnya masa bodoh, Kenma ngerasa ada rasa antusias yang muncul pas bayangin bakal ketemu Karasuno di laga resmi yang taruhannya gede banget dan nggak bisa diulang.
Buat bisa melaju ke semifinal dan balikin kejayaan tim mereka, Karasuno harus cari cara buat menembus strategi brilian Kenma dan ngalahin Nekoma di kandang mereka sendiri.
Maomao, anak seorang tabib, terpaksa ninggalin hidupnya yang tenang gara-gara dijual ke kasta paling bawah di istana kekaisaran. Sekarang cuma jadi pelayan biasa, Maomao berusaha hidup kalem dan nyembunyiin ilmu medisnya yang luas biar nggak jadi pusat perhatian.
Nggak lama setelah dia sampai, anak-anak kaisar tiba-tiba sakit parah, kayak kena kutukan gitu. Karena penasaran, Maomao akhirnya memecahkan misteri itu dan coba ngasih bocoran secara anonim biar tetap nggak mencolok. Sayangnya, Jinshi, kasim ganteng yang jeli, malah tahu kalau itu ulah Maomao dan langsung nyari dia.
Karena bakatnya kelihatan, Maomao akhirnya dipromosikan jadi dayang buat selir kesayangan kaisar, Gyokuyou. Seiring Maomao terus nanganin berbagai penyakit di istana, kemampuan farmasinya pun jadi hal yang nggak tergantikan di sana.
Selama sepuluh tahun keliling dunia demi ngalahin Raja Iblis, geng pahlawan—Himmel, pendeta Heiter, kurcaci Eisen, dan penyihir elf Frieren—udah ngelewatin banyak hal bareng. Dari petualangan seru sampai berantem di medan perang, mereka jadi dekat banget dan punya banyak kenangan manis... ya, setidaknya buat sebagian besar dari mereka. Soalnya buat Frieren, waktu sepuluh tahun itu berasa sebentar banget dibandingin umurnya yang udah seribu tahun lebih.
Makanya, pas urusan sama Raja Iblis kelar dan tim mereka bubar, Frieren santai aja balik ke rutinitas lamanya: keluyuran nyari mantra sihir baru. Karena punya "jam biologis" yang beda sendiri, dia kayak nggak ngerasa petualangan kemarin itu sebagai sesuatu yang spesial. Tapi seiring berjalannya waktu, Frieren baru sadar kalau momen bareng teman-temannya dulu ternyata ngebekas banget di hatinya.
Apalagi setelah dia ngeliat sendiri teman-temannya satu per satu meninggal karena usia. Frieren mulai nyesel karena dulu terlalu cuek dan menganggap remeh kehadiran mereka. Dari situ, dia bertekad buat lebih ngertiin manusia dan pengen punya hubungan yang tulus sama orang lain. Petualangan legendaris mereka emang udah lama beres, tapi perjalanan baru Frieren justru baru mau dimulai.
Kyoutarou Ichikawa adalah seorang siswa SMP yang tergolong antisosial, introvert, dan punya imajinasi yang agak gelap. Dia sering menghabiskan waktunya membaca buku tentang pembunuhan atau anatomi manusia, sambil diam-diam memelihara pemikiran "aneh" kalau dirinya ingin menghabisi teman-teman sekelasnya yang populer. Di antara sekian banyak target imajinasi konyolnya, nama Anna Yamada—gadis paling cantik dan jangkung di kelas yang juga bekerja sebagai model remaja—menjadi sasaran utamanya.
Namun, fantasi gelap Ichikawa perlahan-lahan runtuh saat ia mulai memperhatikan perilaku asli Yamada di luar sorotan kamera. Di perpustakaan sekolah—tempat favorit Ichikawa untuk menyendiri—ia sering mendapati Yamada yang ternyata sangat ceroboh, kekanak-kanakan, dan hobi makan camilan secara sembunyi-sembunyi. Interaksi canggung yang awalnya tidak disengaja di perpustakaan tersebut justru menjadi awal mula dari hubungan yang tidak pernah disangka-sangka oleh keduanya.
Makin sering mereka menghabiskan waktu bersama, Ichikawa mulai menyadari bahwa perasaan "gelap" yang ia miliki terhadap Yamada bukanlah rasa benci atau niat jahat, melainkan rasa kagum dan kebingungan khas remaja yang sedang jatuh cinta pertama kali. Di sisi lain, Yamada juga mulai merasa nyaman dan menyukai ketulusan serta kebaikan tersembunyi Ichikawa yang selalu memperhatikannya dari jauh.
Boku no Kokoro no Yabai Yatsu menyajikan perkembangan karakter (character growth) dan dinamika romance yang sangat halus, realistis, dan menggemaskan. Anime ini berhasil mengubah prasangka diawal menjadi kisah cinta remaja yang penuh kehangatan, komedi segar, serta momen-momen heartwarming yang sukses bikin penonton senyum-senyum sendiri sepanjang episode!