Pas tahun ajaran udah mau kelar, ujian akhir pun tiba di Akademi Sihir Rigarden. Biarpun dia satu-satunya murid yang kagak punya bakat sihir sama sekali, Will Serfort tetep ambis buat dapet nilai sempurna di semua mata pelajaran. Target dia cuma satu: biar bisa naik ke Menara Penyihir dan kumpul lagi sama teman masa kecilnya yang udah jadi penyihir elite, Elfaria Albis Serfort. Sialnya, kerja keras Will langsung hancur berantakan gara-gara dia sengaja digagalin di ujian paling terakhir yang penilaiannya super tidak adil, bikin dia otomatis diskualifikasi buat masuk ke Menara.
Di waktu yang bersamaan, Elfaria dan para Magia Vander—lima penyihir paling OP di dunia—lagi sibuk ngelakuin ritual tahunan buat ngelindungin dunia dari ancaman makhluk langit (Celestial Hosts). Masalahnya, ritual ini bikin energi sihir para Magia Vander terkuras habis buat sementara waktu. Di momen kritis itulah, segerombolan besar pasukan monster mendadak muncul dan ngebantai para penyihir serta warga sipil secara brutal.
Parahnya lagi, para penyihir di akademi sama sekali gak bisa berkutik karena monster-monster itu bawa senjata khusus yang bisa nge-batalin segala jenis sihir (magic nullification). Pas semua orang udah pasrah dan putus asa, Will bareng keahlian pedangnya yang udah level dewa langsung maju ke garis depan. Tanpa modal sihir sedikit pun, Will justru jadi satu-satunya kunci dan harapan terakhir buat nge-carry umat manusia dan menghentikan invasi tersebut!
Bayangin sebuah dunia di mana gelar "Pahlawan" itu bukan sebuah kehormatan, melainkan hukuman mati yang paling kejam. Di sini, para penjahat kelas kakap nggak dipenjara, tapi malah divonis buat jadi tameng di barisan terdepan dalam perang abadi melawan Raja Iblis. Kasihannya lagi, dicap sebagai Pahlawan berarti mereka nggak diizinkan mati dengan tenang; setiap kali tewas di medan perang, mereka bakal langsung dihidupin lagi secara paksa buat dikirim balik ke pembantaian selamanya.
Salah satu korbannya adalah Xylo Forbartz, mantan komandan Ksatria Suci yang terhormat yang sekarang apes harus jadi ketua "Unit Pahlawan Terpidana 9004". Tugas dia adalah memimpin sekelompok narapidana yang dianggap sebagai aset sekali pakai oleh negara yang mereka bela. Tapi di tengah misi yang kacau balau, Xylo gak sengaja ketemu sama Teoritta, sesosok senjata hidup yang dikenal sebagai "Dewi", yang kehadirannya berpotensi ngubah arah perang sekaligus nasib Xylo sendiri.
Ketika unitnya terus-terusan dikasih misi bunuh diri yang makin gak ngotak bahayanya, Xylo harus putar otak buat menjaga anak buahnya tetap hidup. Sembari bertahan di tengah gempuran monster, dia juga mulai bergerak di balik layar demi ngebongkar konspirasi busuk di balik alasan kenapa dia sampai difitnah dan dihukum jadi pahlawan palsu ini!
Dari luar, anak SMA bernama Koyuki "Koyun" Hikawa kelihatan kayak cewek yang dingin, galak, dan susah banget buat dideketin sama murid-murid lain. Padahal aslinya ngenes banget, Koyun itu cuma cewek insekyur yang hobi overthinking gara-gara punya pengalaman buruk bin canggung pas zaman SMP dulu. Tapi, takdirnya mulai berubah pas dia gak sengaja kenalan sama dua cowok di sekolahnya, yaitu Minato Amamiya dan Youta Hino.
Sama kayak temen deket Koyun yang bernama Miki Azumi, dua cowok baru ini sama sekali gak takut buat nyamperin Koyun. Mereka bisa ngelihat sifat asli Koyun yang sebenernya baik banget di balik tampang "seramnya" itu. Meskipun Koyun mulai enjoy main bareng sirkel barunya ini, dia diam-diam malah perang batin; dia bimbang antara menikmati kebahagiaan barunya atau nahan diri karena takut bakal terlalu bergantung dan baper sama orang lain.
Di sisi lain, ternyata setiap orang di sirkel pertemanan mereka ini juga punya beban pikiran dan masalahnya masing-masing yang dipendam sendiri. Tapi seiring berjalannya waktu, lewat momen-momen seru khas masa SMA yang mereka laluin bareng, Koyun dan teman-temannya pelan-pelan mulai keluar dari zona nyaman mereka demi bisa menikmati masa muda dengan maksimal!