Di dunia di mana para penyihir bisa ngeluarin sihir yang indah banget, Coco—seorang anak gadis biasa dari keluarga pengrajin—cuma bisa gigit jari sambil berharap dia terlahir sebagai penyihir. Masalahnya, rahasia cara merapal sihir itu dijaga ketat banget dan nggak boleh ketahuan sama orang biasa di luar silsilah penyihir. Tapi takdir Coco berubah total pas dia diem-diem ngeliat seorang penyihir bernama Qifrey lagi beraksi, yang otomatis ngebongkar rahasia asli di balik dunia sihir ke depan matanya sendiri.
Sayangnya, rasa penasaran Coco harus dibayar mahal banget. Karena nyoba-nyoba bereksperimen pakai sihir tanpa tahu apa-apa, sebuah mantra terlarang malah meledak dan ngubah ibu kandung yang disayanginya jadi batu. Qifrey yang ngerasa kasihan sekaligus ngeliat potensi besar di dalam diri Coco, akhirnya mutusin buat ngangkat gadis malang ini jadi muridnya, apalagi dia curiga kalau Coco gak sengaja dapet barang sihir dari kelompok penyihir sesat yang terlarang.
Sekarang, hidup Coco berubah 180 derajat. Menjaga rahasia sihir itu berat banget, apalagi Coco harus bertahan hidup di lingkungan menara sihir yang ngeliat dia sebelah mata sebagai "tamu tak diundang". Sambil terus belajar menguasai seni sihir dari nol, Coco harus berjuang mati-matian buat ngebuktiin kalau dia layak jadi penyihir sejati demi bisa nyelametin ibunya kembali!
Dunia bajak laut yang luas kini terasa sangat nyata melalui sudut pandang warga sipil yang terjebak dalam pusaran kekacauan. Di tengah ketegangan pasca-perang besar, harapan dan kekaguman terhadap sosok pahlawan legendaris menjadi pelita bagi mereka yang kehilangan arah.
Seorang gadis kecil bernama Non menyimpan kerinduan mendalam untuk mengirimkan pesan tulus kepada idolanya, Nami. Keinginan sederhana ini membawanya menempuh perjalanan berbahaya yang menguji keberaniannya di tengah dunia bajak laut yang kejam.
Hubungan batin antara Non dan sosok pahlawannya menjadi pendorong utama konflik emosional. Ia harus berhadapan dengan ketakutan pribadi serta kenyataan pahit dunia yang sering kali jauh dari bayangan indah yang selama ini ia bangun di dalam pikirannya sendiri.
Dalam perjalanannya, Non bertemu dengan berbagai individu yang memiliki pandangan berbeda tentang Bajak Laut Topi Jerami. Perbedaan opini ini menciptakan gesekan batin yang mendalam, memaksa sang gadis mempertanyakan kembali makna sejati dari sebuah keberanian.
Ketegangan memuncak saat ia berusaha menyampaikan surat itu di tengah ancaman yang tak terduga. Tema tentang kekuatan harapan, pengaruh figur inspiratif bagi rakyat kecil, dan keberanian untuk bermimpi menjadi inti cerita yang menyentuh hati para penonton.