Hidup di pesisir pantai Izu menjanjikan impian masa muda yang ceria bagi mahasiswa baru. Namun, realitanya justru berubah menjadi komedi kacau penuh pesta alkohol dan aksi konyol saat sekelompok pria bergabung dengan klub menyelam bernama Peek a Boo.
Iori Kitahara datang ke kota ini berharap kehidupan kampus yang ideal. Malang, ia justru terseret ke dalam lingkaran setan para senior yang terobsesi dengan pesta minuman keras setiap hari, menghancurkan ekspektasi hidup tenang yang ia dambakan.
Hubungan Iori dengan sepupunya, Chisa Kotegawa, semakin rumit karena sang gadis sangat membenci gaya hidup hura-hura tersebut. Gadis pendiam ini adalah penyelam berbakat yang selalu merasa malu memiliki kerabat yang berkelakuan seperti berandalan mabuk.
Dinamika juga diperparah oleh Kohei Imamura, teman satu nasib yang aneh dan terobsesi dengan budaya otaku. Bersama-sama, mereka berdua sering menjadi korban kejahilan para senior yang egois, terjebak dalam masalah demi masalah yang konyol namun seru.
Di balik tawa dan kekacauan, mereka perlahan belajar tentang arti persahabatan sejati dan indahnya dunia bawah laut. Meskipun sering terlibat konflik absurd, kebersamaan mereka membawa petualangan tak terlupakan dalam menyongsong kedewasaan yang unik.
Situasi bumi kian memanas saat invasi pasukan Altana mengancam eksistensi manusia. Pertarungan skala epik pecah di seluruh penjuru kota, menuntut kerja sama tak terduga demi menghentikan kehancuran total. Komedi satir berubah menjadi medan laga penuh emosi yang mencekam.
Gintoki Sakata kini memikul beban berat untuk melindungi rekan-rekannya dari ancaman musuh yang tak terduga. Bersama Shinpachi dan Kagura, ikatan persahabatan mereka diuji saat masa lalu kelam kembali menghantui setiap langkah perjuangan mereka.
Takasugi Shinsuke dan Katsura Kotaro muncul dengan agenda rahasia yang mengguncang stabilitas faksi. Rivalitas panjang yang penuh dendam berubah menjadi aliansi rapuh, di mana prinsip serta loyalitas dipertaruhkan demi menyelamatkan nasib masa depan mereka.
Kagura yang kini berjuang dengan jati dirinya harus menghadapi realita pahit bersama Kamui. Dinamika persaudaraan yang rumit ini menambah lapisan emosional mendalam, mempertegas bahwa di tengah kekacauan, ikatan darah tetap menjadi taruhan paling berharga.
Ketegangan memuncak saat konspirasi besar dibalik perang suci terungkap ke permukaan. Gintoki Sakata harus berhadapan dengan musuh utama yang mengincar jiwanya. Perang ini bukan sekadar senjata, melainkan manifestasi dari tekad baja setiap karakter demi kebebasan.