Maomao, anak seorang tabib, terpaksa ninggalin hidupnya yang tenang gara-gara dijual ke kasta paling bawah di istana kekaisaran. Sekarang cuma jadi pelayan biasa, Maomao berusaha hidup kalem dan nyembunyiin ilmu medisnya yang luas biar nggak jadi pusat perhatian.
Nggak lama setelah dia sampai, anak-anak kaisar tiba-tiba sakit parah, kayak kena kutukan gitu. Karena penasaran, Maomao akhirnya memecahkan misteri itu dan coba ngasih bocoran secara anonim biar tetap nggak mencolok. Sayangnya, Jinshi, kasim ganteng yang jeli, malah tahu kalau itu ulah Maomao dan langsung nyari dia.
Karena bakatnya kelihatan, Maomao akhirnya dipromosikan jadi dayang buat selir kesayangan kaisar, Gyokuyou. Seiring Maomao terus nanganin berbagai penyakit di istana, kemampuan farmasinya pun jadi hal yang nggak tergantikan di sana.
Dunia kultivasi kembali bergejolak dalam sekuel fantasi penuh misteri ini. Kehidupan para dewa di langit terancam oleh konspirasi kuno yang gelap. Ketegangan meningkat saat rahasia lama terungkap, memaksa setiap karakter untuk memilih sisi dalam sebuah permainan takdir.
Sang dewa buangan, Xie Lian, harus turun kembali ke dunia fana demi menuntaskan misi berbahaya. Meski kini derajatnya rendah, ketulusan hatinya tetap bersinar. Ia tidak sendirian, sosok misterius selalu hadir membayangi langkahnya di tengah badai ancaman.
Sosok iblis kuat, Hua Cheng, tampil memikat dengan kesetiaan tanpa batas yang membuat banyak orang bertanya-tanya. Hubungan unik mereka berkembang melampaui logika, di mana rasa percaya menjadi senjata utama di tengah dunia yang dipenuhi oleh tipu muslihat jahat.
Konflik memuncak saat sosok Jun Wu, sang penguasa langit, mulai menunjukkan sisi yang tidak terduga. Aura kewibawaannya yang dingin kini menyimpan banyak tanya bagi pengikutnya. Persaingan kekuatan para dewa dan iblis pun semakin sengit dan sulit untuk ditebak.
Keindahan visual di setiap adegan melengkapi kisah penuh intrik ini. Perjuangan demi kebenaran di tengah ambisi kekuasaan membuat penonton terhanyut. Akankah ikatan suci di antara mereka mampu bertahan melawan kehancuran yang telah lama menanti di depan mata?