Edo kini dikuasai oleh Amanto, alien angkuh yang melarang penggunaan pedang di ruang publik. Di tengah kekacauan futuristik yang absurd ini, kehidupan sehari-hari menjadi ladang komedi satire yang penuh tawa sekaligus aksi laga yang sangat mendebarkan hati.
Gintoki Sakata, seorang samurai malas dengan rambut perak, mengelola Yorozuya bersama Shinpachi yang lugu dan Kagura yang bertenaga super. Mereka sering terlibat masalah aneh demi uang, sambil menghadapi masa lalu tragis yang kelam.
Ketegangan politik meningkat saat kelompok pemberontak dan pemerintah kolonial saling beradu. Para tokoh harus berjuang mempertahankan harga diri samurai di dunia yang modern, membuktikan bahwa persahabatan sejati tetap abadi meski zaman terus berubah.
Dunia ini dihuni oleh entitas purba misterius yang disebut Mushi, makhluk kasat mata yang hidup berdampingan namun tersembunyi dari pandangan manusia. Keberadaan mereka sering kali memicu fenomena ganjil yang tidak bisa dijelaskan oleh logika sains modern.
Seorang pengembara bijak bernama Ginko mendedikasikan hidupnya untuk meneliti makhluk ini. Dengan rambut putih dan satu mata hijau yang khas, ia melintasi pelosok desa untuk membantu orang-orang yang terkena dampak buruk dari fenomena supranatural.
Sebagai seorang Mushishi, ia bertindak layaknya seorang dokter yang menyembuhkan jiwa sekaligus fisik. Ia sering bertemu penduduk desa yang ketakutan, menuntun mereka memahami bahwa Mushi tidak jahat, mereka hanya berusaha bertahan hidup di alam ini.
Konflik batin muncul saat ia harus memilih antara menjaga keseimbangan ekosistem atau menyelamatkan nyawa manusia. Perjalanannya bukan sekadar petualangan, melainkan refleksi mendalam mengenai posisi manusia di tengah keteraturan semesta yang sangat luas.
Keheningan alam menjadi saksi bisu setiap pertemuan emosional yang dialaminya. Setiap langkahnya adalah usaha untuk merajut kedamaian antara dua dunia yang berbeda, memaksa penonton merenungkan eksistensi serta keajaiban yang tersembunyi dalam bayang-bayang.