Setelah pertempuran sengit di Rakuyou, masa lalu yang tersembunyi dan tujuan asli dari pemimpin Naraku yang abadi, Utsuro, akhirnya terbongkar. Dengan mengacaukan cadangan Altana di berbagai planet, Utsuro berhasil memancing musuh terbesar Tendoshuu untuk turun tangan: Pasukan Pembebasan Altana. Karena Bumi jadi medan perang utama di konflik antargalaksi ini, rencana besar Utsuro untuk menghancurkan planet itu—sekaligus dirinya sendiri—hampir tuntas sepenuhnya.
Serangan di Terminal Pusat O-Edo menandai dimulainya pertempuran terakhir buat merebut kembali tanah para samurai. Yorozuya nggak kelihatan batang hidungnya, pemerintahan bakufu hampir hancur lebur, dan Shogun juga menghilang, bikin warga benar-benar nggak berdaya saat Pasukan Pembebasan mulai menjarah Edo dengan dalih membebaskan mereka dari kekuasaan Tendoshuu.
Terjepit di antara dua kekuatan besar yang sama-sama mengerikan, mungkinkah Gintoki, Kagura, Shinpachi, dan mantan murid-murid Shouyou Yoshida mengesampingkan ego mereka dan menyatukan semua sekutu demi melindungi apa yang mereka sayangi?
Dunia komedi surealis yang kacau ini membawa penonton ke dalam labirin humor aneh yang sulit ditebak arahnya. Anime ini menantang segala norma animasi konvensional melalui sketsa singkat yang penuh dengan parodi tajam, sindiran budaya populer, serta eksperimen visual yang sangat berani dan liar.
Dua sahabat karib, Popuko yang berambut pendek dengan temperamen meledak-ledak dan Pipimi yang bertubuh tinggi serta tenang, menjadi pusat kekacauan. Hubungan mereka unik karena didasari oleh sinergi yang absurd dalam melakukan tindakan konyol dan jahil terhadap dunia sekitar.
Konflik utama dalam seri ini bukanlah drama mendalam, melainkan bagaimana keduanya terus menabrak batasan logika demi memancing tawa. Kehadiran mereka sering kali merusak alur cerita yang sedang berlangsung, menciptakan ketegangan komedi yang sangat tidak terduga bagi siapa saja.
Sepanjang perjalanan, mereka tidak ragu untuk menghancurkan dinding keempat atau mengejek industri anime itu sendiri. Karakter ini mewakili pemberontakan terhadap struktur cerita yang membosankan, memberikan hiburan yang segar, aneh, dan penuh dengan kejutan di setiap pergantian episode.
Puncak kegilaan terjadi ketika realitas dan imajinasi bercampur aduk, memaksa penonton untuk terus menebak apa langkah berikutnya dari duo ikonik ini. Tema utama kebebasan berekspresi pun muncul sebagai senjata utama mereka dalam menertawakan segala hal yang ada di dunia ini.