Dunia fantasi pasca-petualangan epik kembali membuka tirai misterinya. Perjalanan panjang melintasi waktu terus berlanjut, membawa penonton dalam balutan emosi yang mendalam, nostalgia, dan keajaiban sihir dalam petualangan tenang namun penuh dengan makna hidup.
Frieren kini melanjutkan langkahnya menuju Ende. Sosok elf abadi ini harus menghadapi sisa-sisa kenangan pahit dari sahabat lamanya. Ia belajar memahami arti ikatan manusia yang fana melalui setiap jejak perjalanan yang ia lalui bersama rekan barunya.
Kehadiran Fern sebagai murid yang sabar memberikan warna baru bagi sang elf yang dingin. Dinamika mereka menguji kesabaran dan pertumbuhan emosional, di mana sang murid mulai melampaui gurunya dalam memahami detak jantung kehidupan serta arti kehilangan.
Sementara itu, Stark terus berjuang menghadapi rasa takut dalam dirinya sendiri. Hubungan canggung namun hangat di antara mereka bertiga menjadi jangkar emosional yang kuat, membuktikan bahwa keberanian bukan sekadar otot, tapi juga soal kepedulian tulus.
Tantangan baru menanti di ufuk utara, menguji tekad mereka dalam menghadapi bayang-bayang masa lalu yang belum usai. Tema tentang waktu dan warisan hati menjadi inti perjuangan mereka dalam mencari jawaban atas pertanyaan eksistensial tentang sebuah perpisahan.
Dunia bawah tanah yang kelam sering kali menyimpan legenda paling berbahaya, namun siapa sangka seorang pembunuh bayaran legendaris memilih untuk pensiun demi menjalani hidup damai. Inilah perpaduan unik antara genre aksi komedi dan kehidupan sehari-hari.
Taro Sakamoto kini telah berubah drastis menjadi pria gemuk yang menjalankan toko kelontong kecil bersama istrinya. Kehidupannya yang tenang terusik oleh masa lalu yang terus mengejarnya, memaksa dirinya kembali beraksi dengan keahlian mematikan.
Kehadiran Shin, seorang esper muda yang bercita-cita menjadi anggota tim, justru menambah kekacauan dalam kesehariannya. Mereka berdua harus bahu-membahu melindungi toko sekaligus keluarga dari ancaman para pembunuh bayaran yang masih menginginkan nyawanya.
Sementara itu, sosok Lu Xiaotang bergabung sebagai elemen baru yang membawa dinamika unik dalam kelompok kecil tersebut. Kepribadian mereka yang kontras menciptakan situasi konyol di tengah ketegangan pertempuran yang brutal dan penuh dengan kejutan tak terduga.
Konflik memuncak saat berbagai organisasi gelap berusaha menghancurkan ketenangan yang telah dibangun dengan susah payah. Tema loyalitas dan perlindungan keluarga diuji melalui aksi bela diri kreatif yang menggabungkan barang kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Semenjak ayahnya meninggal, Tanjirou Kamado harus nanggung beban buat ngidupin keluarganya sendirian. Walaupun hidup susah di gunung terpencil, keluarga Kamado tetap bisa ngerasain hidup yang damai dan bahagia. Suatu hari, Tanjirou mutusin buat turun ke desa buat jualan arang biar dapet duit tambahan. Pas lagi perjalanan balik, hari udah malem, akhirnya Tanjirou terpaksa nginep di rumah orang asing yang ngingetin dia soal iblis pemakan manusia yang suka berkeliaran di hutan pas malam hari.
Pas nyampe rumah besoknya, dia malah ngeliat pemandangan yang ngeri banget—seluruh keluarganya udah dibantai. Yang lebih parah lagi, satu-satunya yang selamat cuma adiknya, Nezuko, tapi dia udah berubah jadi iblis yang haus darah. Karena marah dan dendam banget, Tanjirou bersumpah buat bales dendam atas kematian keluarganya dan bakal terus nemenin satu-satunya adik yang dia punya.
Dibantu sama kelompok misterius yang nyebut diri mereka Korps Pembasmi Iblis, Tanjirou bakal ngelakuin apa aja buat ngebantai para iblis dan berusaha ngembaliin sisi manusia adiknya yang tersisa.
Buat Kenma Kozume, voli itu nggak pernah terasa seru atau bikin deg-degan; baginya, itu cuma sesuatu yang kebetulan dia jago. Tapi sekarang, tim voli SMA Nekoma udah lolos ke Turnamen Musim Semi dan siap buat tanding lawan rival bebuyutan mereka, Karasuno. Sekarang, Kenma harus memutar otak buat menganalisis tim yang paling bikin pusing dan ulet itu demi membawa Nekoma meraih kemenangan.
Ditambah lagi, dia bakal main lawan temannya sendiri, Shouyou Hinata, si middle blocker Karasuno yang badannya mungil tapi kemampuannya gila banget. Karasuno emang belum pernah bisa menang lawan Nekoma di pertandingan latihan. Meski begitu, walau biasanya dia orangnya masa bodoh, Kenma ngerasa ada rasa antusias yang muncul pas bayangin bakal ketemu Karasuno di laga resmi yang taruhannya gede banget dan nggak bisa diulang.
Buat bisa melaju ke semifinal dan balikin kejayaan tim mereka, Karasuno harus cari cara buat menembus strategi brilian Kenma dan ngalahin Nekoma di kandang mereka sendiri.
Dunia shogi yang keras kembali menuntut ketangguhan mental bagi Rei Kiriyama. Musim kedua ini menggali lebih dalam sisi emosional sang jenius yang kesepian, saat ia berjuang menjaga keseimbangan hidup antara ambisi profesional dan kehangatan hati.
Kehadiran tiga bersaudara Kawamoto, yakni Akari, Hinata, dan Momo, menjadi pelabuhan bagi Rei. Ikatan kekeluargaan mereka memberikan warna baru di tengah dinginnya persaingan papan catur yang penuh tekanan dan ambisi besar.
Konflik memuncak saat Hinata menghadapi ujian berat di sekolah yang menguji moralitas dan keberaniannya. Rei berusaha memberikan dukungan terbaik, namun ia pun menyadari keterbatasan dirinya dalam melindungi orang yang paling ia sayangi di dunia.
Sosok Kai Shimada dan rival lainnya terus memacu Rei untuk tumbuh melampaui batas kemampuannya. Pertarungan di atas papan shogi bukan sekadar strategi, melainkan cerminan dari pergulatan batin serta pencarian makna hidup yang selama ini terasa hampa.
Musim ini mengeksplorasi tema empati, ketangguhan, dan kedewasaan dengan sangat menyentuh. Rei perlahan belajar bahwa meski ia hidup dalam kesendirian, ada benang kasih sayang yang menghubungkannya dengan orang lain di tengah badai kehidupan yang keras.
Abis berhasil menang dramatis melawan SMA Aoba Jousai, SMA Karasuno—yang dulunya sempat diejek sebagai "raksasa yang jatuh" atau "gagak yang gak bisa terbang"—akhirnya sukses melaju ke babak final Turnamen Musim Semi. Tapi, langkah mereka buat bisa dapet tiket ke turnamen nasional bener-bener dihadang tembok raksasa. Karasuno kudu wajib mengalahkan sekolah unggulan nomor satu, Akademi Shiratorizawa, yang terkenal sebagai raja terakhir di prefektur mereka.
Rintangan paling mematikan buat Karasuno adalah ace andalan Shiratorizawa, Wakatoshi Ushijima. Cowok ini bukan cuma pemain nomor satu di Prefektur Miyagi, tapi juga masuk dalam jajaran tiga besar ace terbaik di seluruh Jepang yang pukulannya setara monster. Cuma tim terkuat yang bisa lolos ke tingkat nasional, dan karena laga ini adalah kesempatan terakhir bagi anak-anak kelas tiga buat main di nasional, Karasuno gak punya pilihan selain ngeluarin semua modal teknik yang udah mereka pelajari selama kamp pelatihan kemarin.
Baku hantam di lapangan voli ini dipastikan bakal berjalan super menegangkan, penuh tensi, sekaligus bikin merinding. Berbekal kombinasi serangan cepat Hinata-Kageyama dan pertahanan solid yang digalang Tsukishima, Karasuno bakal berjuang mati-matian buat menumbangkan sang raja. Pertempuran antara sang gagak melawan burung elang putih pun resmi dimulai!