Dunia berada di ambang kehancuran total saat Rumble memulai langkah kaki raksasanya. Film ini menyajikan konklusi epik penuh aksi gelap dan intrik politik yang mencekam, di mana garis antara pahlawan dan musuh kian kabur dalam pertarungan hidup dan mati.
Eren Yeager kini berubah menjadi sosok yang sulit dipahami, memikul beban berat demi masa depan bangsanya. Di sisi lain, Mikasa Ackerman harus bergulat dengan perasaan batinnya yang mendalam saat ia terpaksa melawan pria yang paling ia cintai.
Armin Arlert berjuang dengan kecerdasannya untuk mencari jalan keluar damai di tengah kekacauan dunia. Sahabat masa kecil ini kini terpisah oleh ideologi ekstrem, membuat ikatan persahabatan mereka diuji oleh takdir yang kejam dan pilihan moral yang sulit.
Sementara itu, Levi Ackerman memimpin sisa-sisa pasukan dengan tekad baja, meski tubuhnya penuh luka demi memenuhi janji masa lalu. Kehadiran Reiner Braun juga menambah ketegangan saat ia berusaha menebus dosa-dosanya melalui aksi nekat yang menantang maut.
Ketegangan mencapai puncaknya saat semua pihak harus menghadapi kenyataan pahit tentang kebebasan dan pengorbanan. Inilah babak terakhir yang menentukan nasib umat manusia, tempat di mana setiap pilihan akan mengubah sejarah dunia selamanya dalam badai kehancuran.
Buat Kenma Kozume, voli itu nggak pernah terasa seru atau bikin deg-degan; baginya, itu cuma sesuatu yang kebetulan dia jago. Tapi sekarang, tim voli SMA Nekoma udah lolos ke Turnamen Musim Semi dan siap buat tanding lawan rival bebuyutan mereka, Karasuno. Sekarang, Kenma harus memutar otak buat menganalisis tim yang paling bikin pusing dan ulet itu demi membawa Nekoma meraih kemenangan.
Ditambah lagi, dia bakal main lawan temannya sendiri, Shouyou Hinata, si middle blocker Karasuno yang badannya mungil tapi kemampuannya gila banget. Karasuno emang belum pernah bisa menang lawan Nekoma di pertandingan latihan. Meski begitu, walau biasanya dia orangnya masa bodoh, Kenma ngerasa ada rasa antusias yang muncul pas bayangin bakal ketemu Karasuno di laga resmi yang taruhannya gede banget dan nggak bisa diulang.
Buat bisa melaju ke semifinal dan balikin kejayaan tim mereka, Karasuno harus cari cara buat menembus strategi brilian Kenma dan ngalahin Nekoma di kandang mereka sendiri.
Kousei Arima itu dulunya jago banget main piano sampai dijuluki 'Metronom Manusia' karena saking presisi dan sempurnanya. Gara-gara didikan keras ibunya yang disiplin abis, Kousei selalu menang di setiap kompetisi sampai bikin semua orang kagum sama bakatnya.
Tapi semuanya berubah pas ibunya meninggal dunia. Kousei jadi trauma berat sampai dia nggak bisa lagi dengar suara piano, yang akhirnya bikin dia berhenti total dari dunia musik. Sekarang, dia cuma jadi anak SMP biasa yang hidup tenang bareng dua sahabatnya, Tsubaki dan Ryouta, sambil berusaha buat berdamai sama masa lalunya.
Hidupnya yang tadinya hambar mendadak jadi ramai lagi pas dia ketemu Kaori Miyazono, pemain biola yang nyentrik. Kaori maksa Kousei buat balik lagi ke panggung sebagai pengiringnya. Lewat sebuah kebohongan kecil, hubungan mereka makin dekat dan Kaori pelan-pelan mulai mewarnai lagi dunia Kousei yang sempat kelabu.